KOMUNIKASI INTERPERSONAL DRIVER OJEK ONLINE PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN RELASI SOSIAL KOMUNITAS DRIVER KOTA TANGERANG

Penulis

  • Rhahma Novita Anggraini Universitas Islam Syekh-Yusuf
  • Een Irianti Universitas Islam Syekh-Yusuf
  • Mad Yoman Universitas Islam Syekh-Yusuf

Kata Kunci:

Modal Sosial, Komunikasi Interpersonal, Driver Ojek Online Perempuan, Relasi Sosial, Kota Tangerang

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin terlihatnya keberadaan perempuan dalam profesi driver ojek online yang secara sosial masih dilekatkan pada citra pekerjaan maskulin. Dalam kondisi tersebut, komunitas menjadi ruang sosial yang penting bagi driver perempuan untuk membangun kepercayaan, jaringan, dukungan, dan hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komunikasi interpersonal driver ojek online perempuan serta menganalisis perannya dalam pembentukan modal sosial dan relasi sosial pada Komunitas Ladys EV (LeVi) Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Informan terdiri atas ketua komunitas dan enam anggota. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berlangsung melalui komunikasi tatap muka dan grup WhatsApp dengan pola terbuka, dua arah, partisipatif, egaliter, dan saling mendukung. Komunikasi tersebut membentuk empat dimensi modal sosial, yaitu kepercayaan, jaringan sosial, norma, dan resiprositas. Kepercayaan tumbuh melalui keterbukaan dan kebiasaan saling membantu; jaringan sosial berkembang melalui interaksi dan pertukaran informasi; norma terbentuk melalui saling menghormati dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan; sedangkan resiprositas terlihat dari kebiasaan berbagi informasi, bantuan, pengalaman, dan dukungan. Bonding social capital antarsesama driver perempuan lebih menonjol dibandingkan bridging social capital dengan driver laki-laki. Modal sosial tersebut memperkuat solidaritas, dukungan sosial, kerja sama, rasa kebersamaan, dan menjadi salah satu strategi sosial bagi driver perempuan dalam menghadapi tantangan pekerjaan.

This study is motivated by the increasing presence of women working as online motorcycle taxi drivers, an occupation that is still socially associated with a masculine image. In this context, the community becomes an important social space for female drivers to build trust, networks, support, and social relationships. This study aims to describe interpersonal communication among female online motorcycle taxi drivers and analyze its role in forming social capital and social relations in the Ladys EV (LeVi) Community in Tangerang City. The study uses a descriptive qualitative approach within a constructivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. The informants consisted of the community leader and six members. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that communication occurs through face-to-face interaction and a WhatsApp group, with an open, two-way, participatory, egalitarian, and supportive pattern. This communication forms four dimensions of social capital: trust, social networks, norms, and reciprocity. Trust develops through openness and mutual assistance; social networks grow through interaction and information exchange; norms develop through mutual respect and family-oriented conflict resolution; while reciprocity is reflected in sharing information, assistance, experience, and support. Bonding social capital among female drivers is more prominent than bridging social capital with male drivers. The social capital strengthens solidarity, social support, cooperation, togetherness, and serves as a social strategy for female drivers in facing work-related challenges

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31