ANALISIS KEMANDIRIAN FISKAL, BELANJA DAERAH DAN INVESTASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH
Kata Kunci:
Kemandirian Fiskal, Belanja Daerah, Investasi, KemiskinanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemandirian fiskal, belanja daerah, dan investasi terhadap tingkat kemiskinan pada 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama pembangunan di Aceh meskipun pemerintah daerah telah memperoleh kewenangan yang lebih luas melalui kebijakan otonomi daerah. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan fiskal yang efektif melalui peningkatan kemandirian fiskal, optimalisasi belanja daerah, dan peningkatan investasi guna mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), laporan Aceh Dalam Angka, serta laporan keuangan pemerintah daerah. Data yang digunakan merupakan data panel dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh selama periode 2015–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap tingkat kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian fiskal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, yang berarti peningkatan kemandirian fiskal mampu menurunkan tingkat kemiskinan. Belanja daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan belanja daerah belum sepenuhnya efektif dalam mengurangi kemiskinan. Sementara itu, investasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, yang menunjukkan bahwa peningkatan investasi mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Secara simultan, kemandirian fiskal, belanja daerah, dan investasi berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh.
This study aims to analyze the effects of fiscal independence, regional expenditure, and investment on poverty levels in the 23 regencies/municipalities of Aceh Province. Poverty remains one of the major development challenges in Aceh despite the implementation of regional autonomy policies that grant broader authority to local governments. Therefore, effective fiscal management through increased fiscal independence, optimized regional expenditure, and enhanced investment is expected to support poverty alleviation efforts. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS), Aceh in Figures publications, and local government financial reports. The study utilizes panel data from 23 regencies/municipalities in Aceh Province covering the period of 2015–2024. Data analysis was conducted using panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) approach to examine the influence of each independent variable on poverty levels. The results indicate that fiscal independence has a negative and significant effect on poverty, implying that higher fiscal independence contributes to poverty reduction. Regional expenditure has a positive and significant effect on poverty, suggesting that increases in regional expenditure have not yet been fully effective in reducing poverty. Meanwhile, investment has a negative and significant effect on poverty, indicating that increased investment can reduce poverty through job creation, higher economic activity, and improved community welfare. Simultaneously, fiscal independence, regional expenditure, and investment have a significant effect on poverty levels in Aceh Province.




