KARAKTERISTIK HUKUM ADAT MELAYU KOTA JAMBI : TRADISI SELOKO DALAM ADAT PERKAWINAN

Penulis

  • Puji Astuti Universitas Jambi
  • Fatonah Universitas Jambi
  • Rani Simarmata Universitas Jambi
  • Sherly Triya Anggraini Universitas Jambi
  • Rio Febrian Harefa Universitas Jambi
  • Denny Defrianti Universitas Jambi

Kata Kunci:

Jambi, Seloko, Melayu, Tradisi

Abstrak

Penelitian pada artikel ini mengkaji tentang karakteristik hukum adat melayu di Jambi yang mencangkup tradisis seloko  dalam adat perkawinan. Kota jambi merupakan kota yang yang terletak di pulau Sumatra dan jambi juga memiliki beberapa tradisi-tradisi yang terdiri dan jambi yang menjadi pedoman masyarakat di lingkungan sosial masyarakat. Sebagai hukum adat istiadat di anggap sebagai ungkapan  titian teras batanggo batu atau pedoman sosial yang kuat berjenjang yang harus dijalanin masyarakat. Seloko juga di pandang sebagai dari  latak nan indak goyah  yang berarti kesepakatan sosial yang harus dipegang oleh orang melayu jambi. Sampai sekarang tradisi seloko masih tetap dijalankan oleh masyarakat jambi dan ini menjadi ciri khas masyarakat jambi dalam memngikuti ketentuan adat. Dan sampai masa ini seloko tidak mengalanmi msalah perubahan dan sampai sekarang tak di rubah dan tak akan dirubah oleh masyarakat. Jambi hampir semua disampaikan di saloko ini dan ini menjadi pedoman masyarakat jambi. Nilai nilai ini memberi makana terhadap masyarakat yang multi etnik. Sehingga terbentuk nilai nilai karakter a kepada masyarakata jambi.

The research in this article examines the characteristics of Malay customary law in Jambi which includes the seloko tradition in marriage customs. The city of Jambi is a city located on the island of Sumatra and Jambi also has several traditions which consist of Jambi which serve as guidelines for society in the social environment of society. As customary law, it is considered as an expression of the Batanggo Batu terraces or strong, tiered social guidelines that society must follow. Saloko is also seen as a form of latak nan indak shaky, which means a social agreement that must be adhered to by Jambi Malay people. Until now, the saloko tradition is still carried out by the Jambi people and this is a characteristic of the Jambi people in following customary provisions. And until now Saloko has not experienced any problems of change and until now it has not been changed and will not be changed by society. Almost everything is conveyed in Jambi in this saloko and this is a guideline for the Jambi community. These values feed a multi-ethnic society. So that character values are formed for the people of Jambi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-14