EVALUASI MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KOTA BARAT KOTA GORONTALO
Kata Kunci:
Pelayanan Kefarmasian, Mutu Pelayanan, Pengkajian Resep, Pelabelan, Penyerahan Disertai Informasi, Waktu PelayananAbstrak
Pelayanan kefarmasian diartikan sebagai rangkaian aktivitas terpadu dengan sasaran utama mengidentifikasi, mencegah, serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengobatan dan kesehatan pasien. Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas memegang posisi krusial dalam seluruh rangkaian upaya kesehatan dan merupakan kunci penting untuk menjamin peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kota Barat Kota Gorontalo yang ditinjau dari indikator pengkajian resep, pelabelan, penyerahan disertai informasi, dan waktu pelayanan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data dilakukan secara observasi langsung. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase kelengkapan dan kesesuaian setiap indikator, kemudian dideskripsikan untuk menggambarkan mutu Pelayanan Kefarmasian. Hasil penelitian ini menunjukkan mutu pelayanan yang sangat beragam. Ditemukan bahwa Waktu Pelayanan dan Pelabelan memiliki hasil yang memuaskan, masing-masing mencapai 100% dan 88,89% (termasuk kategori Baik). Akan tetapi, kepatuhan pada Pengkajian Resep berada pada tingkat kritis 0% (kategori Kurang). Penyerahan obat yang disertai informasi juga masih rendah, hanya mencapai 40,80% (kategori Kurang).
Pharmaceutical services are defined as a series of integrated activities primarily aimed at identifying, preventing, and resolving problems related to patient medication and health. Pharmaceutical services at public health centers (Puskesmas) hold a crucial role within the entire healthcare system and serve as a key element in ensuring the improvement of health service quality delivered to the public. This study aims to evaluate the quality of pharmaceutical services at the Kota Barat Public Health Center, Gorontalo City, based on the indicators of prescription review, labeling, dispensing with information, and service time. The study employed a quantitative descriptive design, with data collected through direct observation. Data were analyzed descriptively by calculating the percentage of completeness and conformity for each indicator, which were then described to illustrate the overall quality of pharmaceutical services. The study's findings revealed varying levels of service quality. The indicators of Service Time and Labeling yielded satisfactory results, reaching 100% and 88.89%, respectively (categorized as Good). However, compliance in Prescription Review was at a critical level of 0% (Poor category). The indicator of dispensing accompanied by information was also relatively low, achieving only (Categorized as Poor).




