PENERAPAN DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN PPOK DI RUANGAN KRISAN RSUD ARIFIN AHMAD

Penulis

  • Nurul Nabila Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Wardah Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Dendy Kharisna Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

Kata Kunci:

Diagfragmatic Breathing Exersice, Ppok, Pola Napas Tidak EfektifHapus Pola Napas Tidak Efektif

Abstrak

PPOK merupakan penyebab utama ketujuh dari buruknya kesehatan secara global, diukur berdasarkan tahun hidup yang disesuaikan dengan disabilitas (disability-adjusted life years/DALYs). Di negara-negara berpenghasilan tinggi, lebih dari 70% kasus PPOK disebabkan oleh kebiasaan merokok latihan pernapasan diafragma breathing exersice merupakan terapi latihan pernapasan utama untuk pasien ppok. Latihan pernapasan diafragma dapat mengakibatkan CO₂ keluar dari paru-paru, kerja napas menjadi berkurang dan ventilasi meningkat.. Tujuan: untuk merelaksasikan otot pernapasan saat melakukan inspirasi dalam dan membantu mengeluarkan udara sebanyak mungkin selama ekspirasi. Teknik ini diyakini dapat meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara pola napas, mencegah antelektasi paru, meningkatkan efisiensi batuk, mengurangi stres, baik stres fisik dan emosional. Metode: pendekatan studi kasus Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 10 sampai 15 menit dalam waktu 3 hari pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu pasien yang mengalami sesak napas, sadar, mampu duduk dengan baik, hemodinamik stabil, serta tidak memiliki hambatan fisik Hasil Intervensi: kriteria hasil yang di dapat yaitu:Dispnea menurun ,Penggunaan otot bantu pernapasan menurun ,Frekuensi napas membaik ,Kedalaman napas membaik.

Background COPD is the seventh leading cause of poor health globally, measured by disability-adjusted life years (DALYs). In high-income countries, more than 70% of COPD cases are caused by smoking. Diaphragmatic breathing exercises are the main breathing exercise therapy for CO patients. Diaphragmatic breathing exercises can cause CO to leave the lungs, reduce the work of breathing and increase ventilation. Purpose: to relax the respiratory muscles during deep inspiration and help expel as much air as possible during expiration. This technique is believed to improve alveolar ventilation, maintain breathing patterns, prevent lung antelectation, increase cough efficiency, reduce stress, both physical and emotional stress. Method: case study approach This activity will be carried out for 10 to 15 minutes within 3 days for patients who meet the inclusion criteria, namely patients who experience shortness of breath, are conscious, able to sit well, hemodynamically stable, and have no physical obstacles. Intervention Results: the obtained outcome criteria are: Decreased dyspnea Decreased use of accessory respiratory muscles Improved respiratory frequency Improved depth of breath

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31