INOVASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Penulis

  • Endang Wahyuni Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Septi Yulianti Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Novia Nur Rahmawati Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Ulia Hasna Salsabila Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Sri Wening Meiza Dewi Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung

Kata Kunci:

Minat Baca, Peserta Didik, Sekolah Dasar, Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Abstrak

Siswa UPT SDN 1 Sumberagung memilik minat baca yang rendah, yang mendorong penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kenaikan membaca peserta didik terhadap Gerakan Literasi Sekolah (GLS), kendala yang dihadapi GLS, dan strategi untuk mengatasi kendala tersebut. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif dan berfokus pada deskriptif di UPT SDN 1 Sumberagung Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini, diawali dengan mengumpulkan yaitu melalui tanya jawab, angket, pengamatan, dan dokumentasi. Berdasarkan observasi, Gerakan Literasi Sekolah di UPT SDN 1 Sumberagung berjalan lancar. Semua tiga tahap Literasi sekolah, yang mencakup pembelajaran, pembiasaan, dan pengembangan, telah selesai. Salah satunya adalah latihan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Salah satu hambatan yang menghalangi Gerakan Literasi Sekolah adalah fungsi perpustakaan yang buruk. Siswa masih kurang tertarik untuk membaca dan berkunjung ke perpustakaan. Upaya untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah termasuk penerapan strategi membaca, pemberian insentif, dan penyediaan sarana bagi siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa dapat membaca tanpa kesulitan, sangat tertarik untuk membaca, dan mengikuti kegiatan membaca secara teratur lima belas menit sebelum pelajaran. Mereka juga menyukai cerita gambar, buku, fantasi, dan kisah sejarah.

The low level of reading interest among UPT SDN 1 Sumberagung students is what inspired this research. Examining how the School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS) has raised kids' The aim of this study is to increase interest in reading the difficulties encountered when putting GLS into practice, and the steps taken to address these difficulties at UPT SDN 1 Sumberagung, Ambarawa District, Pringsewu Regency. Data for is study was gathered by questionnaires, observations, interviews, and documentation using a descriptive approach combined with a qualitative strategy. The research's findings show which GLS implementation at UPT SDN 1 Sumberagung has been proceeding smoothly. One of The literacy program's three stages in schools—learning, development, and habit—is carried out through a pre-class reading exercise lasting fifteen minutes. Implementing GLS is not without its difficulties, though, as seen by low student excitement for reading, low library utilization, and few library visits. Strategies to increase reading interest through incentive and upgrades to student support facilities are two ways that these issues are being addressed. The majority of children are fairly interested, according to the questionnaire's results.in reading and are able to read proficiently. Students typically enjoy reading picture books, stories, fiction, and fairy tales, and the 15-minute reading exercise before classes is regularly held.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-14