PENGGUNAAN BAHASA GAUL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGUASAAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN SISWA SD
Kata Kunci:
Bahasa Gaul, Kemahiran Bahasa Formal, Identitas Budaya, Pengajaran Bahasa IndonesiaAbstrak
Penelitian ini mengkaji dampak penggunaan bahasa gaul di kalangan siswa Sekolah Dasar terhadap kemahiran berbahasa Indonesia formal. Perkembangan era digital dan kemajuan teknologi informasi telah mempercepat penyebaran bahasa gaul melalui berbagai platform media sosial yang menjadi medium utama bagi remaja untuk memperkenalkan dan memperluas penggunaan bahasa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh bahasa gaul terhadap penguasaan bahasa formal dan identitas budaya siswa, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengajaran bahasa Indonesia agar kemahiran bahasa formal dapat tetap dipertahankan di tengah tren penggunaan bahasa gaul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, mengandalkan teknik triangulasi dalam pengumpulan data yang mencakup observasi, wawancara, dan angket. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa penggunaan bahasa gaul menyebabkan perubahan kosakata, penyederhanaan struktur kalimat, serta berkurangnya keseragaman dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baku. Selain itu, pengaruh media sosial, lingkungan keluarga, serta teman sebaya menjadi faktor utama dalam penyebaran bahasa gaul di kalangan siswa. Dampaknya adalah berkurangnya kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara formal, yang dapat memengaruhi kinerja akademis dan kesempatan masa depan mereka. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik untuk menyusun strategi pengajaran yang seimbang, sehingga siswa mampu beradaptasi dengan tren bahasa tetapi tetap mempertahankan kemampuan berbahasa formal yang baik.
This study examines the impact of slang usage among elementary school students on formal Indonesian language proficiency. The development of the digital age and the advancement of information technology have accelerated the spread of slang through various social media platforms that are the main medium for teenagers to introduce and expand their use of the language. The purpose of this study was to understand the influence of slang on students' formal language mastery and cultural identity, and to provide practical recommendations for teaching Indonesian so that formal language proficiency can be maintained amid the trend of slang usage. This study used qualitative methods with a descriptive approach, relying on triangulation techniques in data collection that included observations, interviews, and anglers. Based on the results of the analysis, it was found that the use of slang led to changes in vocabulary, simplification of sentence structure, and reduced uniformity in standard Indonesian usage. In addition, the influence of social media, family environment, and peers is a major factor in the spread of slang among students. The impact is a decrease in students' ability to communicate formally, which can affect their academic performance and future opportunities. This study is expected to serve as a reference for educators to develop balanced teaching strategies, so that students can adapt to language trends but maintain good formal language skills.




