PENDIDIKAN INKLUSIF UNTUK ANAK (TUNALARAS DAN TUNAGRAHITA)
Kata Kunci:
Pendidikan Inklusif, Tunalaras dan TunagrahitaAbstrak
Pendidikan inklusi sangat penting sebagai pendekatan yang disarankan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Pendekatan ini memperhatikan keragaman karakteristik siswa dan berusaha untuk menyesuaikan perbedaan tersebut tanpa merugikan siswa lainnya. Dalam kenyataannya, perbedaan karakteristik siswa diharapkan dapat membentuk pembelajaran yang unik dan memberi nilai tambah bagi setiap siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, dengan data yang diperoleh melalui studi literatur. Sumber literatur yang digunakan dalam penelitian ini adalah publikasi ilmiah tentang pendidikan inklusi untuk anak-anak dengan tunalaras dan tunagrahita. Data dikumpulkan melalui pencarian makalah dari jurnal elektronik dan publikasi lain yang relevan dengan bidang penelitian, terutama melalui Google Scholar, demi meningkatkan validitas penelitian. Istilah “tunalaras” merujuk pada ketidakmampuan untuk mengubah perilaku dan menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial atau standar yang sesuai dengan usia, tanpa membahayakan diri sendiri atau orang lain. Menurut Howard dan Orlansky (1988) serta Sunardi (1996), anak-anak dengan disabilitas memiliki kecerdasan namun terbatas dalam beberapa hal. Mereka mungkin tidak dapat mempelajari keterampilan baru atau beradaptasi dengan situasi yang tidak familiar. Selain itu, mereka dapat menghadapi kesulitan dalam belajar, berpikir abstrak, menggunakan pemikiran kritis, menghindari kesalahan, dan merencanakan masa depan. Berdasarkan informasi tersebut, penulis menyadari bahwa anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk mereka yang mengalami tunagrahita, memiliki hak yang sama seperti orang lain. Hak-hak tersebut mencakup beberapa hal yang penting.