PERJUANGAN RADEN MATAHER : MEMPERTAHANKAN TANAH MELAYU JAMBI

Penulis

  • Andini Universitas Jambi
  • Andre Manik Universitas Jambi
  • Dista Fachreza Universitas Jambi
  • Paska Wiranto Ginting Universitas Jambi
  • Fatonah Universitas Jambi

Kata Kunci:

Raden Mataher, Kesultanan Melayu Jambi, Perlawanan Kolonial, Taktik Gerilya, Penjajahan Belanda

Abstrak

Kisah Raden Mataher adalah contoh nyata keberanian dalam menghadapi penjajahan Belanda di Kesultanan Melayu Jambi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, studi ini mengeksplorasi latar belakang, strategi, dan efektivitas perjuangan Raden Mataher. Data diperoleh dari jurnal-jurnal ilmiah yang relevan mengenai perlawanan lokal terhadap kolonialisme Belanda. Fokus utama adalah bagaimana Raden Mataher, sebagai pelindung terakhir Kesultanan Jambi, menerapkan taktik perang gerilya untuk menghadapi pasukan kolonial dan memobilisasi rakyat dalam perlawanan. Selain itu, studi ini menilai dampak jangka panjang perjuangan tersebut dalam memperlambat ekspansi Belanda dan menjaga identitas budaya Melayu. Meski Kesultanan Jambi akhirnya jatuh ke tangan Belanda, semangat perlawanan yang ditanamkan oleh Raden Mataher tetap hidup dan menjadi bagian penting dari warisan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Raden Mataher's story is a real example of courage in facing Dutch colonialism in the Malay Sultanate of Jambi. Using qualitative methods with a descriptive approach, this study explores the background, strategy and effectiveness of Raden Mataher's struggle. Data was obtained from relevant scientific journals regarding local resistance to Dutch colonialism. The main focus is how Raden Mataher, as the last protector of the Jambi Sultanate, applied guerrilla warfare tactics to face colonial troops and mobilize the people in resistance. In addition, this study assesses the long-term impact of the struggle in slowing Dutch expansion and preserving Malay cultural identity. Even though the Jambi Sultanate eventually fell into Dutch hands, the spirit of resistance instilled by Raden Mataher remained alive and became an important part of the legacy of Indonesia's struggle for independence.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-17