PENGGUNAAN TULANG IKAN TUNA UNTUK MEMPERBAIKI MUTU BETON

Penulis

  • Jopy Oraplawal Politeknik Negeri Ambon
  • Tonny Sahusilawane Politeknik Negeri Ambon
  • Abraham Tuanakotta Politeknik Negeri Ambon

Kata Kunci:

Penggunaan, Tulang Ikan Tuna, Mutu Beton

Abstrak

Proyek konstruksi memerlukan perhatian khusus terhadap pemilihan bahan bangunan, karena kualitasnya secara langsung memengaruhi hasil akhir bangunan. Dalam konteks ini, beton menjadi bahan konstruksi kunci dengan keunggulan seperti ketersediaan bahan alam dan kemudahan penggunaan. Faktor-faktor seperti jenis semen, kualitas pasir, dan kelembaban pada saat pengeringan turut menentukan mutu beton. Dalam usaha peningkatan kuat tekan beton, penelitian terfokus pada penggunaan tulang ikan tuna sebagai tambahan agregat kasar. Tulang ikan tuna, yang berasal dari Nelayan Menengah di Negeri Latuhalat, Maluku, memiliki kandungan kimia yang berpotensi memperkuat beton. Variasi komposisi tulang ikan tuna dalam beton, mulai dari 0% hingga 1,5%, menjadi fokus penelitian untuk mengevaluasi dampaknya terhadap kuat tekan beton dan menjawab tantangan lingkungan terkait pengelolaan limbah tulang ikan tuna. Dengan penggunaan tulang ikan tuna dalam beton, tidak hanya menghadirkan solusi inovatif untuk meningkatkan mutu konstruksi, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan limbah dan lingkungan sekitar. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu penambahan tulang ikan tuna sebesar 0,2% dapat meningkatkan kuat tekan beton, tetapi penambahan lebih banyak dapat menyebabkan penurunan kuat tekan. Perbandingan nilai kuat tekan beton normal dengan berbagai variasi tulang ikan tuna pada umur 28 hari adalah sebagai berikut: beton normal 27,72 MPa, trial mix 0,2% 28,45 MPa, trial mix 0,5% MPa, trial mix tambahan 1% 20,32 MPa, dan trial mix tambahan 1,5% 15,67 MPa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan informasi komprehensif mengenai perbandingan komposisi material dan performa beton pada berbagai persentase pecahan tulang ikan tuna.

Construction projects require special attention to the selection of building materials, as their quality directly affects the final result of the building. In this context, concrete is a key construction material with advantages such as the availability of natural materials and ease of use. Factors such as the type of cement, sand quality, and humidity during drying also determine the quality of the concrete. In an effort to increase the compressive strength of concrete, research focuses on the use of tuna bones as an additional coarse aggregate. Tuna fish bones, which come from Middle Fishermen in Latuhalat State, Maluku, contain chemicals that have the potential to strengthen concrete. Variations in the composition of tuna bones in concrete, ranging from 0% to 1.5%, are the focus of research to evaluate their impact on the compressive strength of concrete and address environmental challenges related to managing tuna bone waste. By using tuna fish bones in concrete, it not only presents an innovative solution to improve construction quality, but also makes a positive contribution to waste management and the surrounding environment. The results obtained in this research are that the addition of 0.2% tuna fish bone can increase the compressive strength of concrete, but adding more can cause a decrease in compressive strength. Comparison of the compressive strength values of normal concrete with various variations of tuna fish bones at 28 days is as follows: normal concrete 27.72 MPa, trial mix 0.2% 28.45 MPa, trial mix 0.5% MPa, additional trial mix 1 % 20.32 MPa, and additional trial mix 1.5% 15.67 MPa. Thus, this study provides comprehensive information regarding the comparison of material composition and performance of concrete at various percentages of tuna bone fragments.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-17