KETIDAKSIAPAN UMKM (USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH) DALAM MENGHADAPI HAMBATAN DIGITAL MARKETING DI DESA KAWUNGLUWUK

Penulis

  • Ahmad Yusuf STAI Riyadhul Jannah Subang
  • Ayu Sheila Bonita STAI Riyadhul Jannah Subang
  • Rizka Pauziah STAI Riyadhul Jannah Subang
  • Siti Fauziah STAI Riyadhul Jannah Subang

Kata Kunci:

Hambatan, UMKM, Digital marketing

Abstrak

Era ini penggunaan media sosial bukan hanya sebagai sarana dalam menghubungkan komunikasi atau hanya sebatas penyampaian pesan saja, pada era ini media sosial sudah mampu menciptakan pasarnya sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah digital marketing, dengan adanya era digital marketing ini otomatis berubah pula sistem perdagangan barang yang terjadi, yang akhirnya para UMKM atau usaha mikro, kecil, dan menengah juga harus beradaptasi dengan era digital ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi UMKM di desa Kawungluwuk terhadap hambatan yang dirasakan serta menganalisis ke khawatiran para pelaku UMKM terhadap ketidaksiapan terhadap era digital marketing, serta mengetahui hambatan yang timbul setelah maraknya digital marketing pada zaman ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian merupakan UMKM di desa Kawungluwuk yaitu pengrajin pipiti bambu, produksi telur asin Raden citamiang, dan pengrajin bantal, guling dan Kasur, Metode pengumpulan data ini menggunakan kumulan data dari sumber bacaan, serta melakukan observasi serta wawancara yang kemudian dianalisi dan diambil kesimpulan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa para UMKM ini memiliki ketidaksiapan dalam menghadapi era digital marketing, ketidaksiapan ini dikarnakan hambatan yang dialami oleh para. UMKM hambatan tersebut diantaranya:1. Ketidakmampuan para UMKM dalam manggunakan aplikasi dagang online ataupun media sosial, 2. Ketidaksiapan bahan produk yang akan dijual, 3. Kekhawatiran UMKM terhadap keuangan pasar digital yang labil, 4. Banyaknya pembohongan digital marketing terhadap produk yang di jual.

in this era, the use of social media is not only a means of connecting communication or only limited to delivering messages, in this era social media has been able to create its own market or better known as digital marketing, with the existence of this digital marketing era, the system of trading goods that occurs automatically changes, which eventually the UMKM or micro businesses,  Small, and medium also have to adapt to this digital era. This research aims to identify UMKM in Kawungluwuk village to the perceived obstacles and analyze the concerns of UMKM actors about the unpreparedness for the digital marketing era, as well as to find out the obstacles that arise after the rise of digital marketing in this era. This study uses a qualitative and quantitative approach with the research subjects being UMKM in Kawungluwuk village, namely bamboo pipiti artisans, Raden citamiang salted egg production, and pillows, bolsters and mattress craftsmen, This data collection method uses data collection from reading sources, as well as conducting observations and interviews which are then analyzed and conclusions drawn. From this study, it can be concluded that these UMKM have unpreparedness in facing the digital marketing era, this unpreparedness is due to the obstacles experienced by UMKM, these obstacles include: 1. The inability of UMKM to use online trading applications or social media, 2. The unpreparedness of product materials to be sold, 3. UMKM concerns about the unstable digital market finance, 4. The number of digital marketing lies about the products sold.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-22