ANALISIS PENINGKATAN KREATIVITAS MASYARAKAT UNTUK MEWUJUDKAN EKONOMI BERKELANJUTAN DESA PURBA BARU KECAMATAN LEMBAH SORIK MARAPI KABUPATEN MANDAILING NATAL

Penulis

  • Ahmad Bais Nasution Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Baginda Parsaulian Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Kreativitas Masyarakat, Ekonomi Berkelanjutan.

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketergantungan ekonomi masyarakat Desa Purba Baru terhadap aktivitas Pondok Pesantren Musthafawiyah. Ketika kegiatan pesantren menurun, pendapatan masyarakat juga ikut berfluktuasi apa bila Pesantren libur pendapatan masyarakat turun. Kondisi ini menunjukkan lemahnya daya tahan ekonomi masyarakat dan rendahnya kreativitas dalam mengembangkan usaha mandiri. Maka dengan melihat realitas diatas, penulis tertarik untuk mengkaji dan mengangkat permasalahan tersebut ke dalam sebuah skripsi dengan judul “analisis peningkatan kreativitas masyarakat dalam mewujudkan ekonomi berkelanjutan di Desa Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal”.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana peningkatan kreativitas masyarakat dapat mewujudkan ekonomi berkelanjutan di Desa Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data. Data yang digunakan adalah data primer, dan data sekunder yang diperoleh dari responden melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Purba Baru mulai menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan berbagai usaha kecil seperti perdagangan makanan, jasa laundry, warung kopi, dan pertanian karet. Namun, sebagian besar usaha masih bersifat mengikuti dan belum berinovasi dan kreatif secara mandiri. Dan masayarakat juga menunjukkan  semangat dalam gotong royong  dan mulai mencari penghasilan lain diluar Pondok Pesantren. Namun demikian  ketergantungan ekonomi terhadap kegiatan Pondok Pesantren masih tinggi menyebabkan pendapatan masyarakat tidak stabil, terutama saat musim libur santri. Upaya peningkatan kreativitas telah dilakukan melalui pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, namun belum berjalan maksimal karena minimnya pendampingan dan motivasi, faktor penghambatnya antara lain keterbatasan modal, dalam membuka usaha baru, minimnya pelatihan kewirausahaan, dan kurangnya inovasi mengembangkan  produk. Dalam hal ini dukungan infrstuktur desa menjadi faktor penting dalam dalam kemandirian masyarakat dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan.

This research is motivated by the economic dependence of the Purba Baru Village community on the activities of the Musthafawiyah Islamic Boarding School. When the Islamic boarding school's activities decline, community income also fluctuates. When the Islamic boarding school closes, community income decreases. This condition indicates the community's weak economic resilience and low creativity in developing independent businesses. Therefore, considering the above reality, the author is interested in examining and addressing this issue in a thesis entitled "Analysis of Increasing Community Creativity in Achieving a Sustainable Economy in Purba Baru Village, Lembah Sorik Marapi District, Mandailing Natal Regency." The purpose of this study is to determine and analyze how increasing community creativity can achieve a sustainable economy in Purba Baru Village, Lembah Sorik Marapi District, Mandailing Natal Regency. The research method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques.  The data used were primary data and secondary data obtained from respondents through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the people of Purba Baru Village are beginning to show creativity in developing various small businesses such as food trading, laundry services, coffee shops, and rubber farming. However, most businesses are still follow-the-line and have not yet innovated and developed independently. The community also demonstrates a spirit of mutual cooperation and is beginning to seek alternative sources of income outside the Islamic boarding school. However, economic dependence on Islamic boarding school activities remains high, resulting in unstable incomes, especially during the student holidays. Efforts to increase creativity have been undertaken through training and community empowerment, but have not been optimal due to a lack of mentoring and motivation. Other inhibiting factors include limited capital in starting new businesses, a lack of entrepreneurship training, and a lack of innovation in product development.  In this case, village infrastructure support is a crucial factor in community independence in developing a sustainable economy.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31