PENGARUH KESIBUKAN ORGANISASI TERHADAP FENOMENA EMPTY SHELL FAMILY PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Kata Kunci:
Empty Shell Family, Mahasiswa, Organisasi, Hubungan Keluarga, KomunikasiAbstrak
Fenomena empty shell family atau keluarga “selaput kosong” merupakan kondisi di mana sebuah unit keluarga tetap bertahan secara administratif, namun mengalami degradasi kualitas relasional akibat hilangnya kedekatan emosional dan interaksi yang bermakna antar anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesibukan organisasi terhadap munculnya fenomena tersebut pada mahasiswa aktif organisasi di Universitas Sumatera Utara. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden. Analisis penelitian ini didasarkan pada kerangka teori empty shell family dari William J. Goode, yang memandang keluarga sebagai unit yang tetap utuh namun mengalami kekosongan dalam fungsi emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas kegiatan organisasi yang tinggi memicu role strain pada mahasiswa, yang berdampak pada pola komunikasi keluarga dari yang bersifat intim dan ekspresif menjadi lebih teknis atau instrumental. Meskipun terjadi pelemahan dukungan emosional di lingkungan domestik karena mahasiswa cenderung lebih merasa terhubung dengan lingkungan organisasi, mahasiswa tetap berupaya melakukan strategi adaptasi seperti manajemen kehadiran yang intensional dan transparansi proaktif untuk menjaga keharmonisan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena empty shell family pada mahasiswa bersifat situasional dan dapat dimitigasi selama terdapat kesadaran individu untuk tetap memberikan kehadiran emosional yang berkualitas di tengah tuntutan kesibukan organisasi.




