INTEGRASI SHOLAT DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA

Penulis

  • Aprilinda M Harahap Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Dwi Kurniawan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Zaitun Saftia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Kata Kunci:

Kesehatan Mental Remaja, Integrasi Sholat, Kesejahteraan Psikologis

Abstrak

Kesehatan mental remaja merupakan isu yang semakin mendapat perhatian dalam masyarakat global saat ini. Salah satu aspek yang mulai diakui pentingnya dalam menjaga kesehatan mental remaja adalah praktik keagamaan, termasuk sholat dalam Islam. Artikel ini membahas integrasi sholat dalam kesehatan mental remaja dengan melihat aspek psikologis dan spiritual. Melalui tinjauan literatur, kami menyajikan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa praktik sholat secara konsisten dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan mental remaja. Sholat sebagai bentuk meditasi, refleksi, dan koneksi spiritual dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan emosional dan psikologis secara keseluruhan. Integrasi sholat dalam kehidupan remaja memperkuat ketahanan mental mereka dalam menghadapi tekanan sehari-hari dan membantu mereka menemukan makna dan tujuan dalam kehidupan mereka. Implikasi praktis dari temuan ini adalah pentingnya memasukkan aspek keagamaan dalam intervensi kesehatan mental remaja untuk memperkuat resiliensi dan kesejahteraan mereka secara holistik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan antara sholat dan kesehatan mental remaja serta bagaimana mengoptimalkan integrasi ini dalam praktik klinis dan pelayanan kesehatan remaja.

Adolescent mental health is an issue that is receiving increasing attention in today's global society. One aspect that is starting to be recognized as important in maintaining adolescent mental health is religious practice, including prayer in Islam. This article discusses the integration of prayer in adolescent mental health by looking at psychological and spiritual aspects. Through a literature review, we present evidence showing that consistent prayer practice can provide significant benefits for youth mental health. Prayer as a form of meditation, reflection, and spiritual connection can help reduce stress, anxiety, and depression, as well as improve overall emotional and psychological well-being. The integration of prayer in teenagers' lives strengthens their mental resilience in facing daily stress and helps them find meaning and purpose in their lives. The practical implication of these findings is the importance of including religious aspects in adolescent mental health interventions to strengthen their resilience and holistic well-being. Further research is needed to understand the mechanisms underlying the relationship between prayer and adolescent mental health and how to optimize this integration in clinical practice and adolescent health services.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31