EKOLOGI DAN LINGKUNGAN HIDUP

Penulis

  • Ruth Irene Uas Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Mirna Kabnani Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Ireni I Pellokila Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Teologi Perjanjian Lama, Lingkungan Hidup, Tanggung Jawab Manusia

Abstrak

Lingkungan hidup merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia karena menyediakan kebutuhan dasar seperti air, udara, makanan, dan tempat tinggal. Namun, berbagai permasalahan seperti pencemaran, deforestasi, dan perubahan iklim menunjukkan semakin menurunnya kualitas lingkungan akibat perilaku manusia yang eksploitatif. Dalam perspektif teologi Perjanjian Lama, alam dipandang sebagai ciptaan Allah yang baik dan memiliki nilai yang penting di hadapan-Nya. Manusia diciptakan menurut gambar Allah dan diberikan mandat untuk mengelola serta memelihara bumi secara bertanggung jawab, bukan mengeksploitasinya. Berbagai hukum dalam Perjanjian Lama, seperti tahun sabat bagi tanah dan larangan merusak pohon secara sembarangan, menunjukkan perhatian Allah terhadap kelestarian lingkungan. Kerusakan hubungan manusia dengan Allah akibat dosa juga berdampak pada kerusakan alam. Oleh karena itu, pemulihan hubungan dengan Allah perlu disertai dengan tanggung jawab untuk merawat ciptaan. Kajian ini bertujuan menjelaskan relevansi teologi Perjanjian Lama terhadap isu lingkungan hidup masa kini serta menegaskan pentingnya nilai-nilai tanggung jawab, keseimbangan, dan penghormatan terhadap alam sebagai dasar etis dan spiritual dalam menjaga kelestarian lingkungan.

The environment is an essential part of human life because it provides basic needs such as water, air, food, and shelter. However, environmental problems such as pollution, deforestation, and climate change indicate a continuous decline in environmental quality caused by exploitative human behavior. From the perspective of Old Testament theology, nature is viewed as God's good creation and possesses intrinsic value before Him. Human beings were created in the image of God and entrusted with the responsibility to manage and preserve the earth, not to exploit it. Various Old Testament laws, including the Sabbath year for the land and the prohibition against the unnecessary destruction of trees, demonstrate God's concern for environmental sustainability. The broken relationship between humans and God due to sin also affects the natural world. Therefore, restoring the relationship with God should be accompanied by a commitment to care for creation. This study aims to explain the relevance of Old Testament theology to contemporary environmental issues and emphasizes the values of responsibility, balance, and respect for nature as ethical and spiritual foundations for environmental stewardship and sustainability.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30