MAKNA MOTIF TENUN IKAT (FUTUS) PADA TENUNAN KAIN ADAT AMARASI DESA TUNBAUN KECAMATAN AMARASI BARAT KABUPATEN KUPANG
Kata Kunci:
Makna, Motif, Tenun Ikat (Futus)Abstrak
Skripsi berjudul “Makna Motif Tenun Ikat (Futus) pada Tenunan kain Adat Amarasi, Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang “oleh Fenri Klesia Ruku, NIM. 2288201025 yang dibimbimng oleh Arnot A. Kolnel, S.Pd., M.Hum., Selaku pembimbing I dan Ronni M. Ndun, S,Pd.,M.Hum., selaku pembimbing II. Masalah dalam penelitian ini adalah makna apa saja yang terkandung dalam motif tenun ikat (Futus) pada tenunan Amarasi di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna motif tenun ikat (futus) Amarasi Di Desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Teori yang digunakan adalah teori “Semiotika”. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, Teknik observasi, teknik wawancara, simak catat, perekaman, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu, transkripsi data, reduksi data klasifikasi, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tenun ikat (futus) di Desa Tunbaun, memiliki 4 (empat) motif yaitu, motif Kaimanfafa, motif Korkase, motif Kai Ne,e, motif Pan Buay Ana. Motif Kaimanfafa mengandung makna bergandengan tangan, persatuan dan ikatan kekeluargaan yang erat. Motif Korkase mengandung makna pemimpin (Usif) memperhatikan/mengayunmi rakyat yang di pimpinnya. Motif Kai Ne,e mengandung makna persatuan antara ke enam wilayah temukung yang berada di kerajaan Amarasi pada masa lampau. Motif Pan Buay Ana mengandung makna status sosial atau peran dalam keluarga, khususnya terkait perempuan sebagai ibu dan penjaga keturunan.




