KAJIAN ELEMEN FASAD MUSEUM DAERAH KABUPATEN LANGKAT MELALUI PENDEKATAN TRILOGI VITRUVIUS
Kata Kunci:
Fasad, Elemen Fasad, Trilogi VitruviusAbstrak
Museum merupakan suatu lembaga pendidikan yang berperan sebagai wadah untuk melestarikan bukti-bukti peninggalan sejarah. Keberadaan sebuah museum menjadi menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga sejarah, kebudayaan, tradisi daerah tempat tinggalnya. Fasad bangunan mewakili tampilan visual atau wajah dari sebuah bangunan yang merupakan salah satu elemen terpenting dari sebuah bangunan dalam arsitektur. analisis elemen fasad museum dapat menunjukkan makna sejarah dan identitas dari daerah sebuah bangunan itu didirikan. selain itu menggunakan pendeketan trilogi vitruvius dalam menganalisis elemen fasad museum memberikan pemahan yang komperenshif tentag tiga komponen utama dari teori ini yakni: firmitas (kekuatan), Utilitas (Fungsi), dan Venustas (Keindahan). Sehingga desain arsitektur tidak hanya menekankan keindahan melainkan tentang ketahanan dan fungsi dari sebuah bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengambilan data melalui observasi. Penelitian deskriptif kualitatif dengan metode observasi adalah observasi langsung pada objek penelitian untuk mengumpulkan data penelitian, situasi, kondisi, dan maknanya dalam mengumpulkan data penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya dan peninggalan sejarah yang memiliki nilai-nilai penting dalam kehidupan msyarakat. Hasil dari penelitian ini penerapan Trilogi Vitruvius pada Museum Daerah Kabupaten Langkat tercermin melalui elemen arsitektur yang mendukung firmitas dan utilitas, seperti pintu kayu damar, kolom stacking bermortar, dinding beton, serta pagar pembatas sebagai penunjang sirkulasi dan keamanan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan trilogi vitruvius yang mencakup aspek firmitas (kekuatan), utilitas (fungsi) dan venustas (keindahan), pada elemen fasad Museum Daerah Kabupaten Langkat menunjukkan pendekatan arsitektur yang komprehensif.
The museum is an educational institution that acts as a container to preserve evidence of historical relics. The existence of a museum becomes showing the level of public awareness in maintaining the history, culture, the local tradition of his place. The facade of the building represents the visual or face view of a building which is one of the most important elements of a building in architecture. Analysis of the Faasad Museum element can show the meaning of history and identity of the area of a building was established. In addition, using a vitruviary trilogy wasn in analyzing the element of the museum faculty gave the terms of the Treatag of the three main components of this theory: Firmitas (strength), utilities (function), and Venustas (beauty). So the architectural design not only emphasizes beauty but rather about the resilience and function of a building. The method used in this study uses qualitative descriptive research with data retrieval through observation. Qualitative descriptive research with observation method is direct observation on the object of research to collect research data, situation, condition, and meaning in collecting research data. This study aims to preserve the cultural heritage and historical relics that have important values in the life of the people of the community. The results of this research the application of vitruvius trilogies at the Museum of Regency of Langkat Regency is reflected through the architectural elements that support the firmit and utilities, such as the Dolam Wooden Door, Stake Mattress, Colon, and Betting Rains as a Benchmark and Security Support. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of vitruvius trilogies covering the aspects of the firmrics (strength), utility (function) and ¡¡¡otustas, in the elevation of the Museum of Regency Museum of Langkat Regency showed a comprehensive architectural approach.