PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BENAR SEBAGAI WUJUD BELA NEGARA: SIMBOL PERSATUAN DAN IDENTITAS BANGSA DI ERA GLOBALISASI

Penulis

  • Naysila Ayunita Sari Universitas Muhammadiyah Riau
  • Salsabilla Ramadhani Daulay Universitas Muhammadiyah Riau
  • Perawati Universitas Muhammadiyah Riau

Kata Kunci:

Bahasa Indonesia, Bela Negara, Identitas Nasional, Globalisasi

Abstrak

Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai wujud bela negara dan simbol identitas nasional di era globalisasi. Perkembangan globalisasi yang semakin pesat menghadirkan berbagai tantangan terhadap eksistensi bahasa Indonesia, seperti dominasi bahasa  asing, fenomena campur kode, serta perubahan sikap berbahasa  generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar mencerminkan sikap cinta tanah air, kebanggaan nasional, serta komitmen dalam menjaga identitas bangsa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, literasi digital, dan generasi muda untuk mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa  persatuan dan identitas nasional di tengah arus globalisasi.

This study examines the use of proper Indonesian as a manifestation of state defense and a symbol of national identity in the era of globalization. The rapid development of globalization has brought various challenges to the existence of Indonesian, including the dominance of foreign languages, code-mixing practices, and changes in language attitudes among younger generations. This research employed a qualitative approach using the library research method. Data were collected from books, scientific journals, and other relevant literature, then analyzed through content analysis techniques. The findings indicate that the use of proper Indonesian reflects patriotism, national pride, and a commitment to preserving national identity. Therefore, strengthening the role of families, educational institutions, government, digital literacy, and youth participation is necessary to maintain Indonesian as a language of unity and national identity in the globalization era.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30