PERAN KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN UMKM UNTUK MENDORONG PEREKONOMIAN LOKAL DI KALIMANTAN TENGAH
Kata Kunci:
Umkm, Kelembagaan, Perekonomian Lokal, Kalimantan Tengah, Pengembangan UsahaAbstrak
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah seperti Kalimantan Tengah. Namun, UMKM sering menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal, rendahnya literasi digital, akses pasar yang sempit, dan lemahnya daya saing. Kondisi ini menuntut hadirnya kelembagaan yang kuat sebagai fasilitator dalam pengembangan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelembagaan, baik pemerintah, lembaga keuangan, maupun lembaga non-pemerintah, dalam mendukung pertumbuhan UMKM sebagai penggerak perekonomian lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur dari jurnal terindeks Scopus, data sekunder dari BPS, OJK, dan Bank Indonesia, serta dokumen kebijakan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan berperan penting dalam tiga aspek utama, yaitu (1) penyediaan regulasi dan kebijakan yang kondusif, (2) pemberian akses pembiayaan dan penjaminan kredit melalui lembaga keuangan, serta (3) peningkatan kapasitas dan inovasi UMKM melalui pelatihan, digitalisasi, dan kemitraan strategis. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kelembagaan yang terintegrasi dapat mempercepat pengembangan UMKM dan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi dalam perumusan strategi kebijakan yang lebih efektif untuk memperkuat ekosistem UMKM di Kalimantan Tengah.
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in driving economic growth and promoting equitable welfare, particularly in regions such as Central Kalimantan. However, MSMEs often face various challenges, including limited capital, low digital literacy, restricted market access, and weak competitiveness. These conditions necessitate the presence of strong institutional support to facilitate MSME development. This study aims to analyze the role of institutions—government bodies, financial institutions, and non-governmental organizations—in supporting the growth of MSMEs as drivers of local economic development. The research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through literature reviews from Scopus-indexed journals, secondary data from BPS, OJK, and Bank Indonesia, as well as regional government policy documents. The findings indicate that institutions play a crucial role in three key areas: (1) providing conducive regulations and policies, (2) offering access to financing and credit guarantees through financial institutions, and (3) enhancing MSME capacity and innovation through training, digitalization, and strategic partnerships. These findings affirm that integrated institutional strengthening can accelerate MSME development and positively impact local economic growth. This research is expected to contribute to the formulation of more effective policy strategies to reinforce the MSME ecosystem in Central Kalimantan.




