STUDI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BERBAGAI REAGEN KLIRING ALTERNATIF SEBAGAI PENGGANTI XYLOL TERHADAP KUALITAS HASIL PENGOLAHAN JARINGAN HISTOLOGI

Penulis

  • Elisabeth Marthauli Universitas Pelita Harapan
  • Christine Vania Purba Universitas Pelita Harapan

Kata Kunci:

Histologi, Pengolahan Jaringan, Reagen Kliring, Systematic Literature Review, Xylol

Abstrak

Xylol adalah reagen kliring yang paling umum digunakan dalam pengolahan jaringan histologi karena kemampuannya yang baik dalam meningkatkan transparansi jaringan sebelum proses infiltrasi parafin. Namun, xylol diketahui memiliki sifat beracun, mudah menguap, dan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pekerja laboratorium serta lingkungan, sehingga mendorong pencarian berbagai reagen kliring alternatif yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas berbagai reagen kliring alternatif sebagai pengganti xylol dalam pengolahan jaringan histologi melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan di beberapa basis data ilmiah dengan menggunakan kata kunci terkait reagen kliring alternatif dan pengolahan jaringan histologi. Artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan fitur reagen, kualitas preparat histologi, serta efektivitasnya jika dibandingkan dengan xylol. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa reagen alternatif, seperti minyak kelapa, minyak mineral, minyak sawit murni, UltraClear, dan reagen berbasis hidrokarbon alifatik, dapat menghasilkan preparat histologi dengan kualitas morfologi jaringan, pewarnaan hematoksilin-eosin, serta ketajaman inti dan sitoplasma yang setara dengan xylol. Selain menghasilkan preparat berkualitas tinggi, sebagian besar reagen alternatif menunjukkan tingkat toksisitas yang lebih rendah, sehingga lebih aman untuk pengguna dan lebih ramah terhadap lingkungan. Berdasarkan temuan kajian ini, berbagai reagen kliring alternatif menunjukkan potensi dalam menggantikan xylol untuk pengolahan jaringan histologi. Walaupun demikian, penelitian lebih lanjut dengan metode yang terstandarisasi masih diperlukan untuk menilai konsistensi efektivitasnya pada berbagai jenis jaringan dan pemeriksaan histopatologi lainnya.

Xylene is the most commonly used clearing agent in histological tissue processing due to its excellent ability to enhance tissue transparency prior to paraffin infiltration. However, xylene is known to be toxic, highly volatile, and harmful to both the health of laboratory personnel and the environment, which has prompted the search for safer clearing alternatives. This study aims to evaluate the effectiveness of various alternative clearing agents as a replacement for xylene in histological tissue processing using a Systematic Literature Review (SLR) approach. A literature search was conducted across several scientific databases using keywords related to alternative clearing agents and histological tissue processing. Articles meeting the inclusion criteria were analyzed descriptively to compare reagent features, histological slide quality, and their overall effectiveness relative to xylene. The results of the analysis indicate that several alternative reagents—such as coconut oil, mineral oil, crude palm oil, UltraClear, and aliphatic hydrocarbon-based reagents—can produce histological slides with tissue morphology quality, hematoxylin-eosin staining, and nuclear and cytoplasmic clarity comparable to those processed

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30