PENERAPAN MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST LAPARATOMI DI RUANG FLAMBOYAN 5 RSUD Dr. MOEWARDI PROVINSI JAWA TENGAH

Penulis

  • Oktaviani Layli Kristinawati Universitas ‘Aisyiyah Surakarta
  • Ida Nur Imamah Universitas ‘Aisyiyah Surakarta
  • Suciana Ratrinaningsih RSUD Dr. Moewardi Provinsi Jawa Tengah

Kata Kunci:

Laparatomi, Nyeri Pasca Operasi, Mobilisasi Dini

Abstrak

Latar Belakang: Laparatomi merupakan tindakan pembedahan abdomen yang sering menimbulkan nyeri akut pada fase pascaoperasi, sehingga dapat menghambat proses pemulihan pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri adalah mobilisasi dini. Mobilisasi dini bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah, mempercepat penyembuhan, serta merangsang pelepasan endorfin yang membantu mengurangi persepsi nyeri. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post laparatomi di Ruang Flamboyan 5 RSUD Dr. Moewardi Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penerapan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui penerapan mobilisasi dini secara bertahap dan pengukuran tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penerapan yang menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri setelah dilakukan mobilisasi dini. Skala nyeri Tn. S turun dari 7 (nyeri berat) menjadi 3 (nyeri ringan), sedangkan Tn. A turun dari 7 (nyeri berat) menjadi 5 (nyeri sedang). Hasil ini menunjukkan bahwa mobilisasi dini efektif dalam mengurangi nyeri pascaoperasi. Kesimpulan: Mobilisasi dini efektif menurunkan nyeri pascaoperasi dari kategori berat menjadi sedang hingga ringan, dengan hasil yang dipengaruhi oleh kondisi dan kepatuhan masing-masing pasien.

Background: Laparotomy is an abdominal surgical procedure that often causes acute pain in the postoperative phase, which can hinder the patient’s recovery process. One nonpharmacological intervention that can be used to reduce pain is early mobilization. Early mobilization helps improve blood circulation, accelerate healing, and stimulate the release of endorphins, which help reduce pain perception. Objective: To determine the effect of early mobilization on reducing pain levels in post-laparotomy patients in Flamboyan 5 Ward at Dr. Moewardi Regional General Hospital, Central Java Province. Methods: This study employed a descriptive method with a case study approach, involving the gradual implementation of early mobilization and the measurement of pain levels before and after the intervention. Results: The results showed a reduction in pain levels following early mobilization. Mr. S’s pain score decreased from 7 (severe pain) to 3 (mild pain), while Mr. A’s score decreased from 7 (severe pain) to 5 (moderate pain). These results indicate that early mobilization is effective in reducing postoperative pain. Conclusion: Early mobilization is effective in reducing postoperative pain from severe to moderate to mild, with outcomes influenced by each patient’s condition and compliance.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30