STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBINA KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 10 KUPANG

Penulis

  • Flonia Jedida Missa Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Ferofianes Linda Tandjung Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Deviana Sibulo Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Strategi Guru PAK, Karakter Disiplin, Pendidikan Agama Kristen, Pembinaan Karakter, Kualitatif Deskriptif

Abstrak

Karakter disiplin siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) di SMA Negeri 10 Kupang masih rendah, ditandai dengan keterlambatan, keributan di kelas, keluar-masuk tanpa izin, serta keterlambatan pengumpulan tugas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru PAK dalam membina karakter disiplin siswa kelas XI-C di SMA Negeri 10 Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan satu guru PAK sebagai informan kunci dan lima siswa berlatar tingkat kedisiplinan berbeda sebagai informan pendukung; data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan guru PAK menerapkan lima strategi utama, yaitu keteladanan guru dalam bersikap dan berperilaku, integrasi nilai-nilai Kristiani dan Firman Tuhan, pembiasaan nilai karakter Kristen, pendampingan dan pembimbingan personal-rohani, serta penggunaan metode dan media pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. Strategi keteladanan terbukti paling dominan karena dilaksanakan secara konsisten setiap hari dan dirasakan dampaknya oleh seluruh siswa, sementara pendampingan personal-rohani dan penggunaan metode kreatif masih diterapkan secara tidak merata dan tidak konsisten. Efektivitas kelima strategi bervariasi menurut tingkat kedisiplinan siswa: siswa berdisiplin tinggi menginternalisasi nilai secara penuh, siswa kurang disiplin memahami secara kognitif namun belum konsisten, dan siswa tidak disiplin memerlukan intervensi yang lebih intensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru PAK yang konsisten dan menyeluruh berperan penting dalam membina karakter disiplin siswa, meskipun pemerataan pendampingan personal dan konsistensi metode kreatif masih perlu ditingkatkan.

The discipline character of students in Christian Religious Education (CRE) learning at SMA Negeri 10 Kupang remains low, marked by tardiness, classroom disturbances, unauthorized movement in and out of class, and late assignment submission. This study aims to describe the strategies employed by CRE teachers in fostering discipline character among Grade XI-C students at SMA Negeri 10 Kupang. The study employed a descriptive qualitative approach involving one CRE teacher as the key informant and five students with varying discipline levels as supporting informants; data were collected through semi-structured interviews, non-participatory observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, with data validity maintained through source and technique triangulation. The findings reveal that the teacher applied five main strategies: role modeling in attitude and behavior, integration of Christian values and Biblical teachings, habituation of Christian character values, personal-spiritual mentoring and guidance, and the use of creative and contextual learning methods and media. Role modeling proved to be the most dominant strategy, as it was practiced consistently every day and its impact was felt by all students, whereas personal-spiritual mentoring and creative methods were applied unevenly and inconsistently. The effectiveness of the five strategies varied according to students' discipline levels: highly disciplined students fully internalized the values, less disciplined students understood them cognitively without consistent application, and undisciplined students required more intensive intervention. The study concludes that consistent and comprehensive teacher strategies play a vital role in fostering students' discipline character, although the equitable distribution of personal mentoring and the consistency of creative methods still require improvement.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30