PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI INSTRUMEN STRATEGIS DALAM PENCEGAHAN RADIKALISME DI INDONESIA: ANALISIS SOSIAL, POILITIK, PSIKOLOGIS, DAN DIGITAL PADA GENERASI MUDA

Penulis

  • Ingga Wahyu Hanggoro Universitas Muhammadiyah Riau
  • Novia Az-Zahra Gesang Universitas Muhammadiyah Riau
  • Rayhan Atthaya Pridata Universitas Muhammadiyah Riau
  • Nabila Nuril Azkia Universitas Muhammadiyah Riau
  • Elby Dea Noveli Universitas Muhammadiyah Riau
  • Zuhra Syailina Ramadani Universitas Muhammadiyah Riau
  • Zasqia Hafifa Marselia Universitas Muhammadiyah Riau
  • Hardiana Syafitri Nasution Universitas Muhammadiyah Riau
  • Dimas Herganugroho Universitas Muhammadiyah Riau
  • Muhammad Nabil Musyaffa Universitas Muhammadiyah Riau

Kata Kunci:

Pencegahan Radikalisme, Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn), Generasi Muda, Literasi Digital, Moderasi Agama, Pancasila

Abstrak

Radikalisme di Indonesia mengalami peningkatan terutama pada generasi muda seiring perkembangan teknologi digital yang mempercepat penyebaran ideologi ekstrem. Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) memiliki posisi strategis sebagai instrumen pembentukan karakter kebangsaan, literasi ideologi, serta kemampuan berpikir kritis. Artikel ini bertujuan meninjau peran PKN dalam pencegahan radikalisme melalui tinjauan literatur dari berbagai penelitian nasional maupun internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa PKN berkontribusi signifikan dalam penguatan ideologi Pancasila, peningkatan kemampuan berpikir kritis, moderasi beragama, literasi digital, serta penguatan karakter kebangsaan pada mahasiswa. Berbagai program implementatif seperti Civics Education for Resilience dan Duta Moderasi Beragama terbukti menurunkan intoleransi serta meningkatkan ketahanan ideologi generasi muda. Dengan demikian, penguatan PKN di pendidikan tinggi merupakan strategi kunci dalam membangun daya tangkal terhadap radikalisme.

Radicalism in Indonesia is increasing, especially among the younger generation, along with the development of digital technology which accelerates the spread of extremist ideology. Civic Education (PKN) has a strategic position as an instrument for forming national character, ideological literacy, and critical thinking skills. This article aims to review the role of Civic Education in the prevention of radicalism through a literature review of various national and international studies. The results of the study indicate that Civic Education contributes significantly to the strengthening of Pancasila ideology, the improvement of critical thinking skills, religious moderation, digital literacy, and the strengthening of national character among students. Various implementative programs such as Civics Education for Resilience and Religious Moderation Ambassador have been proven to reduce intolerance and increase the ideological resilience of the younger generation. Thus, strengthening Civic Education in higher education is a key strategy in building resilience against radicalism.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30