INTOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI INDONESIA

Penulis

  • Nike Tisesa Universitas Muhammadiyah Riau
  • Shafa Zaharani Universitas Muhammadiyah Riau
  • Nadiya Pratiwi Yube Universitas Muhammadiyah Riau
  • Muhammad Fatih Ardhi Universitas Muhammadiyah Riau
  • Jelita Pija Alqudriani Universitas Muhammadiyah Riau
  • Alya Rahmadani Universitas Muhammadiyah Riau
  • Fathia Deanova Anwar Universitas Muhammadiyah Riau
  • Reisha Khairani Rianda Universitas Muhammadiyah Riau
  • Clarissa Vania Indriati Universitas Muhammadiyah Riau
  • Novia Anggini Putri Universitas Muhammadiyah Riau

Kata Kunci:

Intoleransi, Umat Beragama, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini membahas fenomena intoleransi antar umat beragama di Indonesia, yang muncul akibat berbagai faktor sosial, budaya, politik, dan teknologi, termasuk fanatisme, konservatisme keagamaan, serta pengaruh media sosial. Indonesia sebagai negara multikultural memiliki enam agama resmi, namun keberagaman ini tidak selalu diterima secara harmonis, sehingga menimbulkan konflik dan diskriminasi dalam praktik beribadah serta kehidupan sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, mengumpulkan data dari jurnal akademik, laporan lembaga penelitian, berita kasus intoleransi, dan dokumen pemerintah. Analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab intoleransi meliputi fanatisme, ideologi keagamaan konservatif, pengaruh media sosial, dan rendahnya pendidikan toleransi. Upaya penanggulangan yang dilakukan meliputi program pendidikan toleransi di sekolah, regulasi dan perlindungan hukum, dialog antarumat beragama, kampanye publik melalui media sosial, serta pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran kolektif dan pendidikan multikultural dalam membentuk masyarakat yang toleran, harmonis, dan menghargai perbedaan agama.

This study examines the phenomenon of interreligious intolerance in Indonesia, which arises from various social, cultural, political, and technological factors, including fanaticism, religious conservatism, and the influence of social media. As a multicultural country with six official religions, Indonesia has six official religions, but this diversity is not always harmoniously accepted, leading to conflict and discrimination in religious practices and social life. The study used a descriptive qualitative method with a literature review approach, collecting data from academic journals, research institute reports, news reports on intolerance cases, and government documents. The analysis shows that the causal factors of intolerance include fanaticism, conservative religious ideology, the influence of social media, and low tolerance education. Mitigation efforts include tolerance education programs in schools, legal regulations and protections, interfaith dialogue, public campaigns through social media, and the involvement of community and religious leaders. This study emphasizes the importance of collective awareness and multicultural education in creating a tolerant, harmonious society that respects religious differences.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30