PERBANDINGAN PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM IBN KHALDUN DENGAN KAPITALISME DALAM PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN SIKLUS EKONOMI
Kata Kunci:
Ibn Khaldun, Ekonomi Islam, Kapitalisme, Pertumbuhan Ekonomi, Siklus Ekonomi, Moralitas, Stabilitas Sosial, Kebijakan Negara, Pasar Bebas, Kompetisi, Ketimpangan Ekonomi, KeberlanjutanAbstrak
Kajian ini berupaya menelusuri perbedaan mendasar antara pemikiran ekonomi Islam yang dirumuskan Ibn Khaldun dan konsep ekonomi Kapitalisme, khususnya terkait teori pertumbuhan serta dinamika siklus ekonomi. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang memanfaatkan berbagai sumber ilmiah mutakhir. Dari analisis yang dilakukan, tampak bahwa Ibn Khaldun menekankan pentingnya integritas moral, stabilitas sosial, serta kebijakan negara yang adil sebagai faktor utama penggerak kemajuan ekonomi sekaligus penentu naik-turunnya peradaban. Sebaliknya, Kapitalisme membangun landasannya pada mekanisme pasar bebas, dorongan kompetisi, dan penguatan kepemilikan individu sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Perbandingan kedua pendekatan ini menunjukkan adanya perbedaan orientasi: pemikiran Ibn Khaldun lebih menitikberatkan keterpaduan antara aspek moral, sosial, dan kebijakan publik, sementara Kapitalisme lebih berfokus pada efisiensi pasar tetapi rentan menciptakan ketimpangan dan gejolak ekonomi. Temuan penelitian ini memberikan gambaran yang lebih luas mengenai alternatif model ekonomi yang dapat menawarkan stabilitas serta keadilan yang lebih berkelanjutan.
This study seeks to explore the fundamental differences between Ibn Khaldun’s Islamic economic thought and the capitalist economic framework, particularly regarding theories of growth and the dynamics of economic cycles. The research employs a qualitative approach using a literature study method that draws on a range of contemporary scholarly sources. The analysis reveals that Ibn Khaldun emphasizes moral integrity, social stability, and just governance as the core drivers of economic progress and the determining factors behind the rise and decline of civilizations. In contrast, Capitalism is grounded in free-market mechanisms, competitive incentives, and the strengthening of private ownership as engines of economic growth. The comparison between the two perspectives highlights a divergence in orientation: Ibn Khaldun’s framework integrates moral, social, and public policy dimensions, whereas Capitalism focuses primarily on market efficiency but tends to generate inequality and economic volatility. The findings of this study provide broader insights into alternative economic models that may offer more sustainable stability and justice.




