ANALISIS FRAMING MEDIA: STUDI KOMPERATIF MEDIA ONLINE ‘KOMPAS.COM’ DAN ‘PIKIRAN RAKYAT’ TERKAIT PEMBERITAAN MBG DI BANDUNG BARAT PRIODE 22 SEPTEMBER – 5 OKTOBER 2025
Kata Kunci:
Framing Media, Makan Bergizi Gratis, Media Online, EntmanAbstrak
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Namun, dalam pelaksanaannya di Kabupaten Bandung Barat pada September–Oktober 2025, program ini dihadapkan pada kasus keracunan massal yang menimbulkan perhatian dan kekhawatiran publik. Media massa berperan penting dalam membentuk persepsi publik terhadap peristiwa tersebut melalui proses framing pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan framing media online Kompas.com sebagai media nasional dan Pikiran Rakyat.com sebagai media lokal dalam memberitakan kasus keracunan MBG di Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman yang meliputi empat elemen, yaitu pendefinisian masalah (define problems), identifikasi penyebab (diagnose causes), penilaian moral (make moral judgements), dan rekomendasi penyelesaian (treatment recommendation). Data penelitian berupa delapan artikel berita yang dipublikasikan oleh kedua media selama periode 22 September hingga 5 Oktober 2025, dengan fokus analisis pada headline dan lead berita. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan framing yang signifikan antara kedua media. Kompas.com cenderung membingkai kasus keracunan MBG sebagai peristiwa insidental dengan menekankan kronologi kejadian, dampak kesehatan korban, serta respons dan langkah penanganan dari otoritas terkait. Sebaliknya, Pikiran Rakyat.com membingkai peristiwa tersebut dalam konteks yang lebih luas dengan menyoroti keresahan sosial masyarakat, lemahnya pengawasan program, serta aspek struktural dan kebijakan publik yang melatarbelakangi terjadinya kasus keracunan. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik dan orientasi media berpengaruh terhadap konstruksi realitas pemberitaan kebijakan publik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi massa, khususnya dalam memahami peran framing media dalam membentuk interpretasi publik terhadap isu kesehatan dan keamanan pangan.




