PERAN SISWA DALAM MENCEGAH RADIKALISME DAN BAHAYA DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Penulis

  • Muzdhalifah Lubis Universitas Muhammadiyah Riau
  • Nabila Aulia Ramadhani Universitas Muhammadiyah Riau
  • Mutiara Adinda Universitas Muhammadiyah Riau
  • Larasati Asnawi Universitas Muhammadiyah Riau
  • Syarafina Universitas Muhammadiyah Riau
  • Athifa nesha Fayola Universitas Muhammadiyah Riau
  • Shindy Sativa Universitas Muhammadiyah Riau
  • Fitri Auliya Muslimah Universitas Muhammadiyah Riau

Kata Kunci:

Radikalisme, Peran Siswa, Lingkungan Pendidikan, Pendidikan Karakter, Literasi Digital

Abstrak

Radikalisme masih menjadi persoalan serius yang dihadapi Indonesia, terutama ketika paham tersebut mulai menyasar lingkungan pendidikan. Siswa sebagai bagian dari generasi muda berada pada posisi yang rentan karena masih berada dalam proses pembentukan karakter dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial maupun informasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk membahas peran siswa dalam mencegah radikalisme serta mengkaji bahaya yang ditimbulkan oleh paham radikal di lingkungan pendidikan. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa radikalisme di lingkungan pendidikan tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan, tetapi lebih sering berkembang melalui sikap intoleran, pandangan eksklusif, dan penolakan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Dalam konteks ini, siswa memiliki peran penting sebagai agen pencegahan melalui penguatan sikap toleransi, pendidikan karakter, internalisasi nilai Pancasila, serta kemampuan literasi digital. Peran aktif siswa yang didukung oleh pendidik dan lingkungan sekolah yang inklusif dinilai mampu meminimalkan penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan.

Radicalism remains a serious issue in Indonesia, particularly as it has begun to penetrate educational environments. Students, as part of the younger generation, are considered vulnerable because they are still in the process of character development and are easily influenced by their social surroundings and digital information. This study aims to discuss the role of students in preventing radicalism and to examine the potential dangers posed by radical ideology within educational settings. The research employs a literature review method with a descriptive qualitative approach, drawing on relevant academic sources published within the last five years. The findings indicate that radicalism in education does not always appear in the form of physical violence, but more commonly emerges through intolerant attitudes, exclusivist views, and resistance to national values. In this context, students play an important role as agents of prevention by promoting tolerance, strengthening character education, internalizing Pancasila values, and developing digital literacy skills. Active student involvement, supported by educators and an inclusive school environment, is considered effective in reducing the spread of radical ideology in educational institutions.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30