PENERAPAN FILM DRESSING UNTUK PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA (SC) DI RSUD KARTINI KARANGANYAR
Kata Kunci:
Film Dressing, Penyembuhan Luka, Sectio Caesarea, Skor REEDAAbstrak
Latar Belakang: Penyembuhan luka post section caesarea sering kali berisiko menimbulkan komplikasi infeksi. Perawatan konvensional sering memicu nyeri dan memperlambat penyembuhan, sehingga diperlukan balutan yang dapat menyembuhkan luka dengan menggunakan film dressing. Tujuan: Mendeskripsikan hasil sebelum dan sesudah hasil akhir penerapan perawatan luka post sectio caesarea dengan menggunakan film dressing antara dua responden. Metode: Studi kasus deskriptif dengan cara melakukan penerapan perawatan luka melibatkan pada dua responden ibu post section caesarea hari ke tiga dan tujuh yg dilakukan selama tujuh hari. Penerapan perawatan luka menggunakan Intrumen pengukur luka menggunakan REEDA Evaluasi kondisi luka dilakukan menggunakan instrumen skor REEDA sebelum dan sesudah perawatan luka dengan film dressing yang diaplikasikan dua kali dalam seminggu. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Setelah intervensi, terjadi penurunan skor REEDA yang signifikan pada kedua responden. Skor Ny. N turun dari 6 menjadi 2, sedangkan skor Ny. T turun dari 8 menjadi 6. Perbedaan kecepatan penyembuhan ini dipengaruhi oleh faktor kepatuhan pemenuhan nutrisi pasien. Kesimpulan: Penerapan film dressing efektif mempercepat proses penyembuhan luka post section caesarea dengan menjaga kelembaban optimal serta melindunginya dari infeksi bakteri dan adanya berubahan skor REEDA.
Background: Wound healing following a cesarean section is associated with a risk of infectious complications. Conventional care may cause pain and slow healing, making film dressing necessary to facilitate wound healing. Objective: To describe the pre- and post-treatment outcomes of cesarean section wound care using film dressing in two participants. Methods: A descriptive case study was conducted involving two mothers who had undergone cesarean sections on the third and seventh days post-surgery. Wound care was administered over seven days, and wound conditions were assessed using the REEDA scoring system before and after treatment. Film dressings were applied twice a week, and data were analyzed descriptively. Results: After the intervention, REEDA scores decreased in both participants. Mrs. N’s score decreased from 6 to 2, while Mrs. T’s score decreased from 8 to 6. The difference in healing speed was influenced by the patients’ adherence to nutritional requirements. Conclusion: Film dressing effectively accelerates the healing of post-cesarean section wounds by maintaining optimal moisture levels and protecting wounds from bacterial infection, as evidenced by changes in REEDA scores.




