ANALISIS KUAT TEKAN PAVING BLOK MENGUNAKAN PASIR SUNGAI EMBUNG MARILALENG DAN ABU BATU SEBAGAI BAHAN TAMBAH

Penulis

  • Muh. Chaydir Universitas Muhammadiyah Parepare
  • A. Sulfanita Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Muis B Universitas Muhammadiyah Parepare

Kata Kunci:

Abu Batu, Abrasi, Daya Serap Air, Kuat Tekan, Pasir Sungai Embung Marilaleng, Paving Block

Abstrak

Paving block merupakan salah satu material konstruksi yang banyak digunakan pada jalan lingkungan, trotoar, halaman parkir, dan berbagai fasilitas umum. Pemanfaatan material lokal dan bahan hasil sampingan industri sebagai bahan campuran merupakan salah satu alternatif dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pasir Sungai Embung Marilaleng sebagai agregat halus dan penambahan abu batu terhadap karakteristik paving block berdasarkan kuat tekan, daya serap air, dan ketahanan abrasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan empat variasi penambahan abu batu, yaitu 0%, 1%, 2%, dan 3%. Pengujian dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari dengan total 24 benda uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan rata-rata tertinggi diperoleh pada variasi tanpa penambahan abu batu, yaitu sebesar 21,20 MPa, diikuti variasi 1% sebesar 21,08 MPa, sedangkan variasi 2% dan 3% masing-masing menghasilkan kuat tekan sebesar 18,00 MPa. Penambahan abu batu belum mampu meningkatkan kuat tekan paving block dibandingkan campuran tanpa abu batu. Namun, penambahan abu batu menunjukkan pengaruh positif terhadap daya serap air. Nilai daya serap air mengalami penurunan dari 20,90% pada variasi 0% menjadi 16,53% pada variasi 1%, 14,07% pada variasi 2%, dan 11,18% pada variasi 3%. Pada pengujian abrasi, variasi 2% menunjukkan ketahanan abrasi terbaik berdasarkan nilai kehilangan berat yang paling rendah. Dengan demikian, tidak terdapat satu variasi campuran yang optimum untuk seluruh parameter pengujian. Variasi 0% menghasilkan kuat tekan tertinggi, variasi 3% menghasilkan daya serap air terendah, sedangkan variasi 2% memberikan ketahanan abrasi terbaik.

Paving blocks are widely used as construction materials for local roads, sidewalks, parking areas, and various public facilities. The utilization of local materials and industrial by-products as constituent materials represents an alternative approach to supporting efficiency and sustainability in construction. This study aimed to analyze the effect of using Embung Marilaleng River sand as fine aggregate and the addition of stone dust on the characteristics of paving blocks in terms of compressive strength, water absorption, and abrasion resistance. This study employed a quantitative experimental method with four stone dust variations, namely 0%, 1%, 2%, and 3%. The tests were conducted at the ages of 7, 14, and 28 days, involving a total of 24 test specimens. The results showed that the highest average compressive strength was obtained in the mixture without stone dust addition, reaching 21.20 MPa, followed by the 1% variation at 21.08 MPa, while the 2% and 3% variations each produced a compressive strength of 18.00 MPa. The addition of stone dust was not able to improve the compressive strength of paving blocks compared with the mixture without stone dust. However, the addition of stone dust had a positive effect on water absorption. The water absorption values decreased from 20.90% in the 0% variation to 16.53% in the 1% variation, 14.07% in the 2% variation, and 11.18% in the 3% variation. In the abrasion test, the 2% variation demonstrated the best abrasion resistance based on the lowest weight loss. Therefore, no single mixture variation was found to be optimal for all testing parameters. The 0% variation produced the highest compressive strength, the 3% variation resulted in the lowest water absorption, while the 2% variation provided the best abrasion resistance

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30