PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, PROFITABILITAS, DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2021–2025

Penulis

  • Ni Made Ayu Andriyati Pradnya Dewi Universitas Dhyana Pura
  • R. Tri Priyono Santoso Universitas Dhyana Pura
  • Christimulia Purnama Trimurti Universitas Dhyana Pura

Kata Kunci:

Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Pertumbuhan Penjualan, Struktur Modal, Perusahaan Perkebunan

Abstrak

Struktur modal merupakan keputusan keuangan yang penting karena menentukan komposisi sumber pendanaan internal dan eksternal yang digunakan perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional dan investasi. Perusahaan subsektor perkebunan memiliki karakteristik berupa kebutuhan investasi jangka panjang, penggunaan aset tetap yang besar, fluktuasi harga komoditas, serta siklus produksi yang relatif panjang sehingga keputusan struktur modal menjadi aspek penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan dividen, profitabilitas, dan pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal pada perusahaan subsektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik purposive sampling menghasilkan enam perusahaan sebagai sampel dengan periode pengamatan selama lima tahun sehingga diperoleh 30 observasi. Kebijakan dividen diukur menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR), profitabilitas menggunakan Return on Assets (ROA), pertumbuhan penjualan menggunakan Sales Growth, sedangkan struktur modal menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal dengan nilai signifikansi 0,028. Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,004, sedangkan pertumbuhan penjualan berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,049. Kebijakan dividen, profitabilitas, dan pertumbuhan penjualan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal dengan nilai signifikansi 0,000. Model penelitian mampu menjelaskan 61,3% variasi struktur modal.

Capital structure represents an important financial decision because it determines the proportion of internal and external funding used to support a company’s operational and investment activities. Plantation companies have distinctive characteristics related to long-term investment, substantial fixed assets, commodity price fluctuations, and relatively long production cycles, making capital structure decisions particularly important. This study aims to analyze the effect of dividend policy, profitability, and sales growth on the capital structure of plantation subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021–2025 period. This study employed a quantitative approach using secondary data obtained from annual financial reports. The sample was selected using purposive sampling and consisted of six companies observed over five years, resulting in 30 observations. Dividend policy was measured using the Dividend Payout Ratio (DPR), profitability using Return on Assets (ROA), sales growth using Sales Growth, and capital structure using the Debt to Equity Ratio (DER). Data were analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression, partial t-tests, simultaneous F-tests, and the coefficient of determination. The results show that dividend policy has a negative and significant effect on capital structure with a significance value of 0.028. Profitability also has a negative and significant effect with a significance value of 0.004, while sales growth has a positive and significant effect with a significance value of 0.049. Simultaneously, dividend policy, profitability, and sales growth significantly affect capital structure with a significance value of 0.000. The model explains 61.3% of the variation in capital structure.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30