AL-QUR’AN DAN SUNNAH SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN DAN SAINS

Penulis

  • Nurjanah Unisma
  • Dede Rubai Misbahul Alam Unisma
  • Sulmiah Unisma
  • Ida Saidah Unisma

Kata Kunci:

Al-Qur’an, Sunnah, Epistemologi Islam, Ilmu Pengetahuan, Sains Modern

Abstrak

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis ayat-ayat Al-Quran dan hadits yang berkaitan dengan sumber ilmu pengetahuan dan sains serta menelaah epistemologis dan relevensinya di era kontemporer.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui metode studi kepustakaan (library research). Pendekatan ini dipilih karena fokus kajian bersifat konseptual dan normatif, yakni menelaah Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber epistemologi ilmu pengetahuan dalam Islam. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam makna, nilai, dan prinsip-prinsip keilmuan yang terkandung dalam teks-teks keagamaan serta relevansinya dalam konteks perkembangan sains dan teknologi kontemporer.Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer meliputi ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan perintah menuntut ilmu, penggunaan akal, dan dorongan untuk mengamati fenomena alam semesta. Data sekunder diperoleh dari kitab tafsir klasik dan kontemporer, buku filsafat ilmu Islam, karya para ulama dan pemikir Muslim, serta artikel jurnal ilmiah dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema kajian.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan inventarisasi sumber-sumber pustaka yang relevan, baik dalam bentuk teks keagamaan maupun literatur ilmiah. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) reduksi data, dengan menyeleksi dan memfokuskan data yang relevan dengan tujuan penelitian; (2) kategorisasi, dengan mengelompokkan data ke dalam tema-tema utama epistemologi Islam dan sumber-sumber pengetahuan; (3) interpretasi kritis, dengan mengaitkan teks wahyu dan pemikiran para ulama dengan konteks keilmuan kontemporer; dan (4) sintesis konseptual, untuk merumuskan secara integratif peran Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan yang holistik, beretika, dan berkelanjutan.Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa Al-Qur’an dan Sunnah memuat fondasi epistemologis ilmu pengetahuan yang bersifat komprehensif dan integratif. Wahyu tidak hanya berfungsi sebagai sumber normatif-teologis, tetapi juga sebagai kerangka konseptual dalam pengembangan ilmu dan sains. Al-Qur'an dan Sunnah merupakan sumber ilmu utama dalam Islam, mendorong manusia untuk membaca, berpikir, dan meneliti alam semesta (ayat-ayat kauniyah), seperti dalam QS. Al-'Alaq (96): 1-5 tentang perintah membaca sebagai kunci ilmu, QS. Shad (38): 29 tentang merenungi ayat-ayat Allah, dan QS. Al-A'raf (7): 185 tentang memperhatikan penciptaan langit dan bumi, yang semuanya mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan sains sebagai wujud keimanan. Sunnah Nabi Muhammad SAW memperkuatnya dengan sabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya," menekankan pentingnya ilmu secara umum. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi prinsip-prinsip universal yang memperkuat paradigma keilmuan Islam, yaitu amanah, musyawarah, keadilan, profesionalisme (itqān), dan tawakal. Prinsip amanah menegaskan bahwa ilmu merupakan titipan ilahi yang harus digunakan secara bertanggung jawab, sedangkan musyawarah mencerminkan pentingnya dialog ilmiah dan kolaborasi. Keadilan menuntut objektivitas dan integritas dalam proses keilmuan, profesionalisme (itqān) menekankan mutu dan ketelitian kerja ilmiah, serta tawakal menegaskan bahwa ikhtiar rasional dan empiris harus disertai kesadaran transendental. Dengan demikian, Al-Qur’an dan Sunnah menyediakan fondasi epistemologis bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan sains yang tidak hanya valid secara metodologis, tetapi juga berorientasi pada etika, kemaslahatan, dan keberlanjutan di era kontemporer.Kesimpulan: Dikotomi antara ilmu pengetahuan dan agama merupakan problem klasik yang hingga kini masih memengaruhi paradigma keilmuan modern. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan dan sains dalam perspektif epistemologi Islam serta menelaah relevansinya dalam menjawab tantangan sains dan teknologi kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW, serta literatur klasik dan modern terkait filsafat ilmu Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan Sunnah tidak hanya berfungsi sebagai sumber normatif-teologis, tetapi juga sebagai fondasi epistemologis yang mengintegrasikan wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Integrasi ini membentuk paradigma ilmu yang teosentris, etis, dan berorientasi pada kemaslahatan. Artikel ini menegaskan bahwa Al-Qur’an dan Sunnah tetap relevan sebagai sumber inspirasi, etika, dan kerangka berpikir ilmiah dalam menghadapi tantangan digitalisasi, krisis lingkungan, bioetika, dan transformasi sosial di era modern.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30