MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Nn.A USIA 22 TAHUN DENGAN DEMAM TIFOID DI RUANGAN SHAFA-MARWA RSU HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025

Penulis

  • Nur Ainun Baru Setepu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Lisa Alfiantika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Laura Sitorus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Rahma Ayuni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Lince Abelia Simbolon Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Yesica Geovany Sianipar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Desfi Saihani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Kata Kunci:

Asuhan Kebidanan, Demam Tifoid, Manajemen Varney, RSU Haji Medan

Abstrak

Demam tifoid masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia, khususnya di RSU Haji Medan di mana prevalensi pada kelompok usia remaja menunjukkan angka yang cukup tinggi pada tahun 2024. Penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi ini memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi serius seperti perforasi usus. Laporan kasus ini bertujuan untuk menerapkan manajemen asuhan kebidanan secara komprehensif pada Nn. A (22 tahun) yang sedang menjalani perawatan di Ruang Shafa-Marwa dengan menggunakan pendekatan tujuh langkah Varney sebagai kerangka kerja sistematis dalam pengambilan keputusan klinis. Metodologi yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah deskriptif melalui pengumpulan data primer secara langsung dari pasien serta data sekunder dari rekam medis rumah sakit. Hasil asuhan menunjukkan bahwa melalui pemantauan tanda-tanda vital yang ketat, pemberian terapi antibiotik yang sesuai, dan pengaturan diet lunak rendah serat, kondisi pasien mengalami kemajuan yang signifikan menuju pemulihan. Kesimpulan dari laporan ini menegaskan bahwa penerapan standar asuhan kebidanan yang terintegrasi dengan kolaborasi tenaga kesehatan lainnya terbukti efektif dalam menangani kasus demam tifoid pada pasien remaja tanpa menimbulkan komplikasi lebih lanjut.

Typhoid fever remains a significant health challenge in Indonesia, particularly at RSU Haji Medan, where the prevalence among adolescents showed considerable figures in 2024. This systemic infectious disease, triggered by Salmonella typhi bacteria, demands precise clinical management to prevent severe complications such as intestinal perforation. This case report aims to implement comprehensive midwifery care management for Ms. A (22 years old) currently treated in the Shafa-Marwa Ward, utilizing Varney’s seven-step approach as a systematic framework for clinical decision-making. The methodology employed in this report is descriptive, involving primary data collection directly from the patient and secondary data retrieved from hospital medical records. The clinical results indicate that through rigorous monitoring of vital signs, administration of appropriate antibiotic therapy, and the implementation of a low-fiber soft diet, the patient’s condition showed significant progress toward recovery. In conclusion, the application of integrated midwifery care standards, combined with professional healthcare collaboration, has proven effective in managing typhoid fever in adolescent patients without leading to further complications.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30