HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4-6 TAHUN

Penulis

  • Surdayanti Universitas Halu Oleo
  • Afifah Nur Hidayah Universitas Halu Oleo
  • Damsir D. Universitas Halu Oleo

Kata Kunci:

Status Gizi, Perkembangan Motorik Kasar, Anak

Abstrak

Penelitian ini memiliki rumusan masalah yang mengarah pada Apakah ada hubungan antara status gizi terhadap perkembangan motorik anak usia dini?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 4-6 tahun di Kel. Mandati III Kec. Wangi-Wangi Selatan kab. Wakatobi. Status gizi diukur dengan berat badan per umur serta tinggi badan badan per umur yang dikelompokkan menjadi kategori normal dan abnormal. Sedangkan perkembangan motorik kasar diukur berdasarkan kemampuan anak dalam melakukan aktivitas fisik yang melibatkan otot besar seperti berlari, melompat, dan melempar. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian ini terdiri dari 57 responden yang dipilih secara acak dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi pengukuran status gizi, tes perkembangan motorik kasar dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan komparasi data dan uji instrument yang melibatkan uji validitas, uji reliabilitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak (p<0.05). anak dengan status gizi baik menunjukkan perkembangan motorik kasar yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang memilliki status gizi abnormal. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan uji t dimana apabila thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha di terima dan jika sebaliknya antara thitung < ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak. Sehingga diperoleh hasil thitung = 2.509 dan ttabel = 1.672, yang berarti hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima sehingga ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia dini di Kelurahan Mandati III Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi.

This research has a problem that leads there a relationship between nutritional status and the motor development of early childhood?. This research aims to determine the relationship between nutritional status and gross motor development of children aged 4–6 years in Mandati III Sub-district, South Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency.Nutritional status was measured using weight-for-age and height-for-age indicators, which were categorized into normal and abnormal groups. Gross motor development was assessed based on the children’s ability to perform physical activities involving large muscles, such as running, jumping, and throwing.This study used a quantitative research design with a correlational approach. The sample consisted of 57 randomly selected respondents using a simple random sampling technique. Data collection techniques included nutritional status measurements, gross motor development tests, and documentation. The data were analyzed using comparative data analysis and instrument testing, including validity tests, reliability tests, and hypothesis testing. The results of the study showed a significant relationship between nutritional status and gross motor development in children (p < 0.05). Based on the results of the hypothesis test conducted using the t test where if t count > t table then H0 is rejected and Ha is accepted and if vice versa between t count < t table then H0 is accepted and Ha is rejected. So the results obtained t count = 2.509 and t table = 1.672, which means the null hypothesis is rejected and the alternative hypothesis is accepted so that there is a significant relationship between nutritional status and gross motor development of early childhood in Mandati III Sub-district, South Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28