KRISIS EPISTEMOLOGI DALAM PENDIDIKAN ISLAM: TANTANGAN SEKULARISASI ILMU DAN URGENSI ISLAMISASI PENGETAHUAN SEBAGAI JAWABAN ATAS GHAZWUL FIKRI
Kata Kunci:
Ghazwul Fikri, Epistemologi, Sekularisasi, Islamisasi Ilmu, Metodologi Studi IslamAbstrak
Ghazwul Fikri (perang pemikiran) telah bertransformasi dari sekadar infiltrasi budaya menjadi tantangan epistemologis yang serius dalam dunia pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis krisis epistemologi yang dialami umat Islam akibat sekularisasi ilmu pengetahuan dan bagaimana hal tersebut menjadi instrumen utama dalam Ghazwul Fikri. Dengan menggunakan pendekatan epistemologis (filsafat ilmu), penelitian ini mengeksplorasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta dampaknya terhadap cara pandang dunia (worldview) mahasiswa Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan langkah strategis berupa Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer yang mengintegrasikan wahyu, rasio, dan empiris secara harmonis.
hazwul Fikri (thought warfare) has transformed from mere cultural infiltration into a serious epistemological challenge within Islamic education. This article aims to analyze the epistemological crisis experienced by Muslims due to the secularization of knowledge and how it serves as a primary instrument in thought warfare. Utilizing an epistemological approach, this study explores the dichotomy between religious and general sciences and its impact on the Islamic worldview of Muslim students. The findings suggest that to address this challenge, a strategic step in the form of the Islamization of contemporary knowledge is required, harmoniously integrating revelation, reason, and empirical observation.




