PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN MEMBURA–CEMBA SAMPAI BATAS PINRANG, KABUPATEN ENREKANG

Penulis

  • Ardiansyah Universitas Muhammadiyah Enrekang
  • Saleh Universitas Muhammadiyah Enrekang
  • Rusmawati Universitas Muhammadiyah Enrekang

Kata Kunci:

Perkerasan Kaku, Tebal Pelat Beton, CBR, LHR, Bina Marga

Abstrak

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memiliki peranan strategis dalam mendukung mobilitas manusia dan distribusi barang. Konstruksi jalan harus direncanakan agar mampu menahan beban lalu lintas serta memiliki stabilitas struktur yang memadai. Salah satu jenis perkerasan yang memiliki daya dukung tinggi dan umur layan panjang adalah perkerasan kaku (rigid pavement). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan dan tebal perkerasan kaku yang sesuai pada ruas Jalan Membura–Cemba sampai batas Pinrang, Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan mengacu pada Manual Desain Perkerasan Jalan Bina Marga. Data yang digunakan meliputi data lalu lintas harian rata-rata (LHR), nilai CBR tanah dasar, serta parameter desain lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai CBR tanah dasar sebesar 29,53%, LHR sebesar 51 smp/hari, dan umur rencana 20 tahun menghasilkan tebal pelat beton minimum 160 mm berdasarkan analisis kelelahan dan erosi. Untuk memenuhi faktor keamanan, tebal pelat yang digunakan adalah 180 mm dengan mutu beton K-250. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan perkerasan kaku pada jalan kabupaten dengan kondisi lalu lintas rendah hingga sedang.

Roads are land transportation infrastructure that play a strategic role in supporting human mobility and the distribution of goods. Road construction must be designed to withstand traffic loads and to possess adequate structural stability. One type of pavement that has high load-bearing capacity and a long service life is rigid pavement. This study aims to determine the required thickness of rigid pavement on the Membura–Cemba Road section up to the Pinrang boundary, Enrekang Regency.

The research method employed is a quantitative approach referring to the Bina Marga Pavement Design Manual. The data used include Average Daily Traffic (ADT), subgrade CBR values, and other design parameters. The analysis results indicate that a subgrade CBR value of 29.53%, an ADT of 51 PCU/day, and a design life of 20 years produce a minimum concrete slab thickness of 160 mm based on fatigue and erosion analyses. To satisfy safety factors, the adopted slab thickness is 180 mm using K-250 concrete quality.The results of this study are expected to serve as a reference for rigid pavement planning on regency roads with low to moderate traffic conditions.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28