ANALISIS UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI SAYUR (STUDI KASUS JORONG BINGKUDU NAGARI CANDUANG KOTO LAWEH, KABUPATEN AGAM)

Penulis

  • Sry Nadia Agustin UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Khadijah Nurani UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Upaya, Petani Sayur, Peningkatan Pendapatan

Abstrak

Penelusuran ini dimaksudkan guna menelaah strategi yang diinisiasi oleh petani hortikultura dalam memacu peningkatan penghasilan di kawasan Jorong Bingkudu, Nagari Canduang Koto Laweh, Kabupaten Agam. Latar belakang riset ini berpijak pada ketidakpastian pendapatan petani akibat variabilitas iklim, ketidaktetapan harga komoditas, dan hambatan dalam memperoleh dukungan modal maupun piranti teknologi agrikultur. Kenyataan tersebut mengisyaratkan urgensi penemuan pendekatan adaptif yang mampu menunjang kestabilan ekonomi petani secara jangka panjang. Kajian ini mengadopsi paradigma deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung, wawancara bersifat eksploratif, serta pelacakan dokumen pendukung. Informan kunci meliputi pelaku utama dalam sektor pertanian lokal serta tokoh adat setempat. Fokus pengamatan diarahkan pada ragam strategi yang diadopsi petani, seperti pengembangan varietas tanaman yang beragam meliputi bawang merah, kol, cabai, dan tomat pemanfaatan pupuk berbasis hayati, optimalisasi ruang pekarangan untuk budidaya tambahan, serta distribusi hasil panen secara langsung kepada konsumen akhir tanpa perantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya diversifikasi tanaman dan inovasi dalam pemasaran memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan. Namun, ketergantungan pada kondisi iklim dan fluktuasi harga pasar tetap menjadi hambatan utama. Selain itu, keberhasilan usaha tani juga ditentukan oleh faktor modal, tenaga kerja, lokasi usaha, serta peran keluarga dalam kegiatan pertanian.

This inquiry endeavors to elucidate the manifold undertakings initiated by horticultural cultivators in augmenting their pecuniary yields within the locale of Jorong Bingkudu, Nagari Canduang Koto Laweh, situated in Agam Regency. The impetus for this exploration stems from the erratic nature of agrarian revenues, engendered by climatic unpredictability, mercurial commodity valuations, and constricted avenues to financial instruments and agrotechnological advancements. Employing a qualitative-descriptive framework, empirical data were procured through immersive field immersion, incisive interlocutions, and curated archival materials. Principal interlocutors encompassed indigenous vegetable growers and prominent societal figures. The focal discourse illuminates multifaceted stratagems such as varietal cultivation (including shallots, brassicas, chilies, and solanaceous crops), incorporation of bio-based soil enrichers, tactical appropriation of domestic land parcels, and disintermediated commerce wherein produce is conveyed straight to end consumers. The findings reveal that although these strategies contribute to improved income, dependency on weather conditions and market prices remains a significant challenge. Success in increasing farmer income also depends on capital availability, labor use, business location, and family participation in farming activities.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29