HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RS TK. II R.W. MONGISIDI TELING MANADO
Kata Kunci:
Supervisi Kepala Ruangan, Pendokumentasian Asuhan Keperawatan, PerawatAbstrak
Dokumentasi asuhan keperawatan adalah bukti tertulis dari seluruh proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Ketidaklengkapan dokumentasi dapat berdampak pada menurunnya mutu pelayanan serta resiko hukum bagi perawat. Pelaksanaan supervisi yang tidak optimal dapat mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melakukan pendokumentasian sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Hubungan Supervisi Kepala Ruangan Dengan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Tk. II R.W. Mongisidi Teling Manado. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 80 perawat dengan sampel 44 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner supervisi kepala ruangan dan kuesioner pendokumentasian asuhan keperawatan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi kepala ruangan baik dengan pendokumentasian asuhan keperawatan lengkap berjumlah 36 responden (81,8%), sedangkan supervisi kepala ruangan kurang baik dengan pendokumetasian asuhan keperawatan kurang lengkap berjumlah 7 responden (9,1%).Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil nilai p value = 0,01. Kesimpulan pada penelitian ini semakin baik pelaksanaan supervisi kepala ruangan, maka semakin lengkap pendokumentasian asuhan keperawatan. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pelaksanaan supervisi secara terstruktur dan berkelanjutan, serta kepala ruangan memberikan pembinaan dan evaluasi rutin untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam pendokumentasian sesuai standar.
Background: Nursing care documentation is the written evidence of the entire nursing process, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Incomplete documentation may reduce the quality of care and pose legal risks for nurses. Suboptimal supervision can affect nurses’ compliance with documentation standards. The objective of this research was to analyze the relationship between head nurse supervision and the completeness of nursing care documentation in the inpatient wards of RS Tk. II R.W. Mongisidi Teling Manado. Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design. The population consisted of 80 nurses, with a sample of 44 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires on head nurse supervision and nursing care documentation. Statistical analysis was conducted using the Chi-Square test at a significance level of α ≤ 0.05. Results: The findings showed that 36 respondents (81.8%) reported good head nurse supervision with complete nursing documentation, while 7 respondents (9.1%) reported poor supervision with incomplete documentation. Chi-Square analysis yielded a ρ-value of 0.01, indicating a significant relationship between head nurse supervision and documentation completeness. Conclusion: The study concludes that better head nurse supervision is associated with more complete nursing care documentation. Hospitals are advised to strengthen structured and continuous supervision, with head nurses providing regular guidance and evaluation to improve nurses’ compliance with documentation standards.




