ANALISIS FLUKS ANGIN PERMUKAAN BERDASARKAN DATA BMKG MENGGUNAKAN INTEGRAL PERMUKAAN

Penulis

  • Alvi Sahrin Nasution Universitas Negeri Medan
  • Hamidah Nasution Universitas Negeri Medan
  • Alya Dwi Lestari Universitas Negeri Medan
  • Zahra Marsanda Mahisa Universitas Negeri Medan
  • Riamonda Universitas Negeri Medan
  • Riby Tamara Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Fluks Medan Vektor, Integral Garis, Metode Simpson, Metode Trapesium, Kecepatan Angin

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluks medan vektor angin permukaan berdasarkan data cuaca menggunakan pendekatan integral garis dan metode numerik. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa kecepatan dan arah angin di Kota Medan pada tanggal 11 April 2026 yang dicatat secara diskret setiap tiga jam . Data tersebut kemudian diolah menjadi bentuk medan vektor dua dimensi untuk merepresentasikan arah dan besar kecepatan angin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis numerik, yaitu menggunakan metode Simpson gabungan (Simpson 3/8 dan Simpson 1/3) sebagai metode utama, serta metode trapesium sebagai pembanding. Perhitungan dilakukan untuk memperoleh nilai fluks sepanjang lintasan tertentu yang merepresentasikan aliran udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Simpson menghasilkan nilai fluks sebesar 4,40 yang bernilai positif, yang mengindikasikan adanya fenomena divergensi, yaitu aliran udara yang menyebar keluar dari suatu wilayah. Sementara itu, metode trapesium menghasilkan nilai fluks sebesar -0,09 yang mendekati nol, sehingga kurang mampu menggambarkan kondisi aliran udara secara akurat. Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa metode Simpson lebih efektif dalam menangkap perubahan data yang bersifat non-linear dibandingkan metode trapesium.

This study aims to analyze the surface wind vector field flux based on weather data using a line integral approach and numerical methods. The data used are secondary data in the form of wind speed and direction in Medan City on April 11, 2026, which were recorded discretely every three hours. The data were then processed into a two-dimensional vector field to represent the direction and magnitude of the wind speed. The method used in this study is a quantitative approach with numerical analysis, namely using the combined Simpson method (Simpson 3/8 and Simpson 1/3) as the main method, and the trapezoidal method as a comparison. Calculations were carried out to obtain flux values along certain paths that represent air flow. The results show that the Simpson method produces a flux value of 4.40 which is positive, indicating the presence of a divergence phenomenon, namely air flow spreading outward from an area. Meanwhile, the trapezoidal method produces a flux value of -0.09 which is close to zero, so it is less able to describe air flow conditions accurately. This difference in results indicates that the Simpson method is more effective in capturing non-linear data changes than the trapezoidal method.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29