ANALISIS PENGGUNAAN SINGKATAN DAN AKRONIM DALAM MEDIA SOSIAL SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA BAKU PADA SISWA SMA DI PEKALONGAN

Penulis

  • Dhirfa Sofa Fuada Universitas Pekalongan
  • Erwan Kustriyono Universitas Pekalongan
  • Etika Widi Utami Universitas Pekalongan

Kata Kunci:

Singkatan, Akronim, Media Sosial, Bahasa Baku

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan singkatan dan akronim dalam media sosial serta implikasi terhadap penggunaan bahasa baku pada siswa SMA di Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa SMA yang aktif menggunakan media sosial. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan singkatan dan akronim sangat dominan dalam komunikasi siswa, seperti “akamsi”, “maksi”, “gamon”, “cegil”, “YTTA”, dan “BU”. Penggunaan tersebut dipengaruhi oleh faktor efisiensi, kebiasaan, dan identitas sosial. Implikasinya, siswa cenderung mengalami kesulitan dalam penggunaan bahasa baku, terutama dalam aspek ejaan, pemilihan kata, dan penyusunan kalimat dalam konteks formal. Meskipun demikian, penggunaan singkatan dan akronim juga memberikan dampak positif berupa kreativitas berbahasa. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran bahasa Indonesia yang kontekstual agar siswa mampu menggunakan bahasa secara tepat sesuai situasi formal dan informal.

This study aims to analyze the use of abbreviations and acronyms in social media and its implications for the use of standard language among high school students in Pekalongan. This study used a qualitative, descriptive approach. The subjects were high school students who actively use social media. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing using triangulation to ensure data validity. The results indicate that the use of abbreviations and acronyms is very dominant in student communication, such as "akamsi," "maksi," "gamon," "cegil," "YTTA," and "BU." This use is influenced by factors of efficiency, habit, and social identity. Consequently, students tend to experience difficulties in using standard language, particularly in spelling, word choice, and sentence structure in formal contexts. However, the use of abbreviations and acronyms also has a positive impact in terms of language creativity. Therefore, contextual Indonesian language learning is needed so that students can use language appropriately in formal and informal situations.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29