ANALISA UPAYA PETANI KERAMBA IKAN DALAM MEMAKSIMALKAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN

Studi kasus;Nagari Sungai Batang, Danau Maninjau

Penulis

  • Debi Salsabila UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Khadijah Nurani UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Upaya, Petani Keramba, Produksi dan Pendapatan

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendapatan petani keramba menurun karena jumlah produksi yang kurang maksimal, bahkan beberapa kali mengalami kerugian atau gagal panen. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petani keramba dalam mengelola keramba ikan dengan baik dan tidak adanya teknologi ramah lingkungan yang digunakan petani keramba dalam menjalankan usaha budidaya ikan menjadi permasalahn utama bagi penambak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis upaya-upaya yang dilakukan petani keramba dalam memaksimalkan produksi untuk meningkatkan pendapatan serta memngidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan hambatan dalam usaha budidaya ikan mereka. Permasalahan utama yang dihadapi petani meliputi Kurangnya pengetahuan petani keramba dalam mengelola usaha budidaya ikan, Tidak adanya teknologi ramah lingkungan yang digunakan dalam menjalankan usaha budidaya ikan, ketidakstabilan iklim yang mempengaruhi produksi, serta keterbatasan akses terhadap modal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Tenik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara langsung dengan petani keramba serta dokumentasi dengan responden utama para petani keramba. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan produksi untuk meningkatkan pendapatan melalui manajemen pakan makanan ikan yaitu dengan memberi pakan ikan alami dan buatan pabrik 3 kali dalam sehari di waktu yang sama, pemilihan bibit ikan yang tepat, serta kepadatan ikan dalam 1 petak keramba jaring apung agar hasil produksi maksimal dan manajemen pemasaran hasil produksi dengan cara melalui distributor dan juga menjual langsung ke pasar.

This research was motivated by the declining income of cage farmers due to suboptimal production, even experiencing losses or crop failures on several occasions. This is due to the lack of knowledge among cage farmers in managing fish cages properly and the lack of environmentally friendly technology used by cage farmers in their fish farming operations, which is a major problem for fish farmers. This study aims to identify and analyze the efforts made by cage farmers to maximize production to increase income and identify factors that influence the success and obstacles in their fish farming efforts. The main problems faced by farmers include a lack of knowledge of cage farmers in managing fish farming businesses, the absence of environmentally friendly technology used in running fish farming businesses, climate instability that affects production, and limited access to capital. The research method used is a descriptive qualitative approach with a case study approach. Data collection techniques through field observations, direct interviews with cage farmers and documentation with the main respondents of cage farmers. This research was conducted in Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya District. The results of the study indicate that efforts made to maximize production to increase income through fish feed management are by providing natural and factory-made fish feed 3 times a day at the same time, selecting the right fish seeds, and fish density in 1 floating net cage plot to maximize production results and marketing management of production results by means of through distributors and also selling directly to the market.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29