MODEL PEMBELAJARAN PAK YANG INKLUSIF DAN KONTEKSTUAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL INDONESIAMODEL PEMBELAJARAN PAK YANG INKLUSIF DAN KONTEKSTUAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL INDONESIA
Kata Kunci:
Model Pembelajaran, Pendidikan Agama Kristen, Inklusif Dan Kontekstual, Masyarakat Multicultural.Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dengan mendasarkan pada nilai-nilai teologis dari 1 Korintus 12:12–25. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode hermeneutik historis-kritis untuk menafsirkan teks Alkitab secara kontekstual serta metode deskriptif lapangan untuk menggali realitas pendidikan PAK di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai inklusif dalam teks Alkitab dan praktik di lapangan, khususnya dalam hal keterbatasan guru tetap, rendahnya partisipasi siswa Kristen, serta belum adanya strategi pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman secara utuh. Artikel ini menegaskan bahwa prinsip tubuh Kristus dapat menjadi dasar untuk membangun ekosistem pendidikan yang menghargai setiap siswa sebagai anggota yang bermartabat. Artikel ini merekomendasikan perlunya penguatan peran guru sebagai mediator inklusivitas, pengembangan strategi pembelajaran kontekstual yang berbasis nilai Alkitabiah, serta kolaborasi antara sekolah, gereja, dan keluarga demi terwujudnya pendidikan PAK yang membebaskan dan mempersatukan.
This article aims to examine and formulate an inclusive model of Christian Religious Education (PAK), grounded in the theological values of 1 Corinthians 12:12–25. The study uses a qualitative approach, employing the historical-critical hermeneutic method to interpret the biblical text contextually, alongside descriptive field research to explore the actual practices of PAK in the school setting. The findings indicate a gap between the inclusive ideals of the biblical text and the current reality, particularly in the absence of a permanent PAK teacher, low participation among Christian students, and the lack of instructional strategies that accommodate diversity holistically. The article concludes that the body of Christ metaphor can serve as a foundation for building an educational ecosystem that values every student as a dignified member of the learning community. It recommends strengthening the teacher’s role as a mediator of inclusiveness, developing contextual learning strategies based on biblical values, and fostering collaboration between school, church, and family to achieve a liberating and unifying Christian education.




