ASWAJA SEBAGAI BASIS MODERASI BERAGAMA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN KEBERAGAMAAN DI INDONESIA
Kata Kunci:
Aswaja, Moderasi Beragama, Toleransi, Radikalisme, IndonesiaAbstrak
Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi, baik dari aspek agama, suku, budaya, bahasa, maupun tradisi. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan kehidupan yang harmonis. Namun, di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi saat ini, masyarakat Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan keberagamaan, seperti meningkatnya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, penyebaran ujaran kebencian, serta polarisasi sosial yang dipengaruhi oleh media digital. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi dalam menjaga persatuan bangsa.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai basis moderasi beragama dalam menghadapi berbagai tantangan keberagamaan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi terhadap buku, artikel ilmiah, dokumen pemerintah, serta berbagai literatur yang relevan mengenai konsep Aswaja dan moderasi beragama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja yang meliputi tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleransi), i'tidal (adil), dan amar ma'ruf nahi munkar memiliki relevansi yang sangat kuat dalam memperkuat kehidupan beragama yang damai dan harmonis. Nilai-nilai tersebut mampu menjadi landasan dalam menangkal paham radikal, memperkuat sikap toleransi, menjaga persatuan bangsa, serta mendukung implementasi moderasi beragama di Indonesia. Oleh karena itu, penguatan pendidikan Aswaja di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas menjadi langkah strategis dalam membangun kehidupan beragama yang inklusif, damai, dan berkeadaban.
Indonesia is a country with extraordinary diversity in religion, ethnicity, culture, language, and traditions. This diversity represents a national asset that must be preserved through mutual respect, tolerance, and harmonious coexistence. However, globalization and rapid technological development have created various religious challenges, including intolerance, radicalism, extremism, hate speech, and social polarization influenced by digital media. These challenges require strengthening religious moderation as a foundation for maintaining national unity.This study aims to analyze the role of Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) as the foundation of religious moderation in addressing religious challenges in Indonesia. This research employs a qualitative approach using library research methods by examining books, scientific journals, government publications, and other relevant literature.The findings indicate that the values of Aswaja, namely tawassuth (moderation), tawazun (balance), tasamuh (tolerance), i'tidal (justice), and amar ma'ruf nahi munkar, are highly relevant in strengthening peaceful and harmonious religious life. These principles serve as effective instruments for preventing radicalism, promoting tolerance, maintaining national unity, and supporting the implementation of religious moderation. Therefore, strengthening Aswaja education in families, educational institutions, and society is essential to building an inclusive, peaceful, and civilized religious life.




