KETERKAITAN EFIKASI DIRI DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SIMPANG IV SIPIN KOTA JAMBI
Kata Kunci:
Efikasi Diri, Kepatuhan Minum Obat, Tuberkulosis ParuAbstrak
Tuberkulosis (TB) paru masih merupakan salah satu penyakit infeksi menular yang menjadi perhatian utama global dan nasional dengan angka morbiditas yang tinggi. Keberhasilan terapi TB Paru ditentukan oleh kepatuhan minum obat pasien dalam jangka waktu minimal 6 bulan berturut-turut tanpa putus. Salah satu faktor psikologis internal yang dianggap strategis dalam menumbuhkan kepatuhan ini adalah efikasi diri (self-efficacy). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam keterkaitan antara efikasi diri dan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif korelatif melalui pendekatan belah lintang (cross-sectional). Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh penderita TB paru yang terdaftar aktif menjalani pengobatan di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi, dengan jumlah sampel akhir didapatkan sebanyak 37 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi baku. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengisian kuesioner modifikasi General Self-Efficacy Scale (GSES) untuk mengukur tingkat efikasi diri dan kuesioner terstandar untuk memetakan indeks kepatuhan minum obat pasien. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui analisis univariat dan analisis bivariat memanfaatkan uji korelasi non-parametrik Spearman Rho dibantu program SPSS. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat efikasi diri yang tinggi yakni sebesar 56,8% (21 responden) dan tingkat kepatuhan minum obat dalam kategori tinggi sebesar 43,2% (16 responden). Berdasarkan hasil analisis bivariat uji korelasi Spearman Rho, diperoleh nilai p < 0,001 (p < 0,05) yang secara statistik membuktikan penolakan terhadap H0. Nilai koefisien korelasi (r) yang didapatkan adalah sebesar 0,877, mengindikasikan adanya hubungan atau keterkaitan positif yang signifikan dengan tingkat keeratan hubungan yang sangat kuat antara efikasi diri dan kepatuhan minum obat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa efikasi diri berkorelasi linear positif secara signifikan dengan kepatuhan terapi; semakin tinggi tingkat efikasi diri yang dimiliki oleh pasien TB paru, maka akan semakin tinggi pula derajat kepatuhannya dalam mengonsumsi obat anti tuberkulosis hingga fase penyembuhan tuntas.
Pulmonary tuberculosis (TB) remains a globally and nationally critical infectious disease with high morbidity rates. The success of pulmonary TB therapy is heavily determined by patient compliance in taking medication for a minimum duration of six consecutive months without interruption. One of the internal psychological factors considered strategic in fostering this adherence is self-efficacy. This study aims to analyze in depth the correlation between self-efficacy and medication adherence among pulmonary tuberculosis patients at the Simpang IV Sipin Public Health Center, Jambi City. The research design employed was a quantitative descriptive correlational approach with a cross-sectional study design. The research population included all active pulmonary TB patients registered for treatment at Simpang IV Sipin Public Health Center, Jambi City, with a final sample size of 37 respondents selected using a purposive sampling technique based on established inclusion criteria.Primary data collection was conducted via a modified General Self-Efficacy Scale (GSES) questionnaire to measure self-efficacy levels and a standardized adherence questionnaire to map the patients' medication compliance index. Data were systematically processed through univariate analysis and bivariate analysis using the non-parametric Spearman Rho correlation test via SPSS software. The univariate analysis indicated that the majority of respondents possessed a high level of self-efficacy at 56.8% (21 respondents) and high-category medication adherence at 43.2% (16 respondents). Based on the bivariate Spearman Rho correlation test, a p-value < 0.001 (p < 0.05) was obtained, which statistically proves the rejection of H0. The correlation coefficient (r) was found to be 0.877, demonstrating a significant positive relationship with a very strong level of association between self-efficacy and medication adherence. The conclusion of this study confirms that self-efficacy correlates linearly and positively with therapeutic compliance; higher self-efficacy in pulmonary TB patients directly corresponds to a higher level of adherence in consuming anti-tuberculosis drugs until complete recovery.




