ANALISIS PERBEDAAN HASIL PMV, ADAPTIVE COMFORT MODEL, DAN ACTUAL MEAN VOTE PADA KENYAMANAN TERMAL PASAR TRADISIONAL ACEH TAMIANG
Kata Kunci:
Kenyamanan Termal, Predicted Mean Vote, Adaptive Comfort Model, Actual Mean Vote, Pasar Tradisional, Ventilasi AlamiAbstrak
Kenyamanan termal merupakan faktor penting yang memengaruhi kenyamanan dan aktivitas pengguna pada bangunan berpenghawaan alami, termasuk pasar tradisional. Karakteristik pasar tradisional aceh tamiang yang memiliki ventilasi terbatas dan penggunaan skylight menyebabkan kondisi termal pada setiap area bangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil penilaian kenyamanan termal menggunakan Predicted Mean Vote (PMV), Adaptive Comfort Model (ACM), dan Actual Mean Vote (AMV). Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif melalui pengukuran temperatur udara, kelembapan relatif, kecepatan udara, temperatur radiasi rata-rata, serta penyebaran kuesioner kepada pengguna pasar. Analisis PMV menggunakan CBE Thermal Comfort Tool, ACM mengacu pada ASHRAE Standard 55, sedangkan AMV diperoleh dari persepsi termal responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMV cenderung memprediksi kondisi lebih panas dibandingkan persepsi pengguna. Area skylight memiliki tingkat ketidaknyamanan termal tertinggi, sedangkan area ventilasi merupakan area paling nyaman. ACM menunjukkan hasil yang lebih mendekati AMV dibandingkan PMV. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ACM dan AMV lebih representatif dalam mengevaluasi kenyamanan termal pada pasar tradisional berpenghawaan alami, sedangkan penggunaan ketiga metode secara bersamaan memberikan evaluasi yang lebih komprehensif




