URGENSI KOMUNIKASI SEBAGAI SARANA PENYELESAIAN KONFLIK PRANATA SOSIAL MASYARAKAT MELAYU
Kata Kunci:
Komunikasi, Konflik, Pranata Sosial, Budaya, MelayuAbstrak
Komunikasi merupakan bagian fundamental dalam kehidupan sosial masyarakat karena menjadi sarana untuk membangun hubungan, menyampaikan nilai, mempertahankan norma dan menjamin keberlangsungan berbagai pranata sosial. Dalam masyarakat Melayu, komunikasi memiliki kedudukan yang lebih luas daripada sekadar proses penyampaian pesan. Komunikasi menjadi bagian dari sistem budaya yang berhubungan dengan adat, agama, kesantunan, marwah dan tata hubungan sosial. Artikel ini bertujuan mengkaji urgensi komunikasi dalam pranata sosial Melayu, terutama pada pranata keluarga, adat, agama, pendidikan, ekonomi dan pemerintahan atau kepemimpinan masyarakat. Penulisan menggunakan metode studi kepustakaan dengan memanfaatkan sumber berupa buku dan artikel jurnal ilmiah terakreditasi yang relevan dengan komunikasi, budaya dan kehidupan sosial masyarakat Melayu. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi memiliki fungsi penting sebagai sarana sosialisasi dan pewarisan nilai, pembentukan identitas, pemeliharaan keteraturan sosial, penyelesaian konflik, dan pelestarian budaya. Dalam praktiknya, komunikasi Melayu menempatkan kesantunan, penghormatan, musyawarah serta kemampuan menjaga perasaan dan marwah orang lain sebagai prinsip penting. Pada era digital, prinsip-prinsip tersebut tetap relevan dan perlu dikontekstualisasikan dalam bentuk komunikasi baru agar pranata sosial Melayu tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan masyarakat.
Communication is a fundamental part of people's social life because it is a means to build relationships, convey values, maintain norms and ensure the sustainability of various social institutions. In Malay society, communication has a broader position than just the process of delivering a message. Communication is part of a cultural system related to customs, religion, politeness, dignity and social relations. This article aims to examine the urgency of communication in the Malay social system, especially in the institutions of family, customs, religion, education, economy and government or community leadership. The writing uses the literature study method by utilizing sources in the form of books and articles from accredited scientific journals that are relevant to the communication, culture and social life of the Malay community. The results of the study show that communication has an important function as a means of socialization and inheritance of values, formation of identity, maintenance of social order, strengthening solidarity, conflict resolution, and cultural preservation. In practice, Malay communication places politeness, respect, deliberation, and the ability to safeguard the feelings and dignity of others as important principles. In the digital era, these principles remain relevant and need to be contextualized in the form of new communication so that the Malay social institution is still able to survive and develop in the midst of societal changes




