KARAKTERISTIK DAN KOMPETENSI PROFESIONALISME DAI DALAM DAKWAH BERBASIS MEDIA DIGITAL: STUDI KASUS @HANAN ATTAKI
Kata Kunci:
Profesionalisme Dai, Dakwah Digital, Tiktok, Hanan Attaki, Kredibilitas SumberAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kompetensi profesionalisme dai dalam dakwah berbasis media digital dengan studi kasus akun TikTok Hanan Attaki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi terhadap konten dakwah pada akun TikTok Hanan Attaki, dokumentasi, serta studi pustaka yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik profesionalisme dai pada dakwah digital Hanan Attaki terlihat dari kompetensi keilmuan, etika dan integritas dakwah, serta kemampuan komunikasi yang dekat dengan audiens. Adapun kompetensi profesionalisme yang dimiliki meliputi kompetensi komunikasi dakwah digital, kompetensi pemanfaatan media digital, dan kompetensi sosial dalam memahami kebutuhan generasi muda sebagai audiens utama. Berdasarkan Teori Kredibilitas Sumber, profesionalisme dakwah Hanan Attaki memenuhi aspek expertise (keahlian), trustworthiness (kepercayaan), dan attractiveness (daya tarik), yang berperan dalam membangun kredibilitas serta meningkatkan efektivitas penyampaian pesan dakwah di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dakwah digital tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu agama, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital dan karakteristik audiens media sosial.
This study aims to analyze the characteristics and professional competencies of a da'I (Islamic preacher) in digital media-based da'wah (preaching), using Hanan Attaki's TikTok account as a case study. The research employs a qualitative approach utilizing the case study method. Data were gathered through observation of the da'wah content on Hanan Attaki's TikTok account, documentation, and a review of relevant literature. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, involving the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Hanan Attaki's professionalism in digital da'wah is evidenced by his scholarly competence, ethics and integrity in preaching, and communication skills that foster a close connection with the audience. His professional competencies include digital da'wah communication, the effective use of digital media, and social competence in understanding the needs of the younger generation—his primary audience. Based on Source Credibility Theory, Hanan Attaki's da'wah professionalism satisfies the aspects of expertise, trustworthiness, and attractiveness; these elements play a crucial role in establishing credibility and enhancing the effectiveness of delivering da'wah messages on social media. The study concludes that the success of digital da'wah is determined not only by mastery of religious knowledge but also by the ability to adaptto digital technology and the characteristics of the social media audience.




