PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP TINGKAT NYERI POST OPERASI APENDEKTOMI DI RUANG TERATAI II RSUD KARTINI KARANGANYAR
Kata Kunci:
Apendektomi, Nyeri, Relaksasi Genggam JariAbstrak
Apendektomi merupakan tindakan bedah pada apendisitis akut yang masih sering dilakukan dan membutuhkan manajemen nyeri pasca operasi yang efektif untuk mempercepat pemulihan pasien. Di RSUD Kartini Karanganyar, angka kejadian apendektomi menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. Penanganan nyeri saat ini masih dominan mengandalkan farmakoterapi dan teknik relaksasi napas dalam, namun belum mencakup metode nonfarmakologis mandiri yang lebih variatif. Tujuan: Mendiskripsikan hasil implementasi penerapan teknik relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post operasi apendektomi di ruang Teratai II RSUD Kartini Karanganyar. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua responden yang dilakukan apendektomi di ruang Teratai II RSUD Kartini Karanganyar. Pengukuran skala nyeri dilakukan menggunakan lembar Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah penerapan relaksasi genggam jari selama 10 menit,sehari satu kali selama tiga hari perawatan. Hasil: Adanya penurunan skor skala nyeri setelah penerapan relaksasi genggam jari pada Sdr. R dan Sdr. B dengan penurunan skor skala nyeri dari skala nyeri berat ke skala nyeri sedang. Kesimpulan: Penerapan relaksasi genggam jari efektif menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi apendektomi.
Appendectomy is a surgical procedure for acute appendicitis that is still commonly performed and requires effective postoperative pain management to accelerate patient recovery. At RSUD Kartini Karanganyar the incidence of appendectomy has shown an upward trend every year. Current pain management still relies predominantly on pharmacotherapy and deep breathing relaxation techniques, but does not yet include a wider variety of self-administered nonpharmacological methods. Objective: To describe the results of implementing the finger-gripping relaxation technique on postoperative pain levels following appendectomy in the Teratai II RSUD Kartini Karanganyar. Methods: This study employed a descriptive case study design involving two participants who underwent appendectomies in the Teratai II RSUD KartiniKaranganyar. Pain levels were assessed using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after a 10-minute finger-gripping relaxation exercise, performed once daily for three days of hospitalization. Results: There was a decrease in pain scale scores after the implementation of finger grip relaxation therapy in Mr. R and Mr. B, with pain intensity decreasing from severe pain to moderate pain. Conclusion: The application of finger-grip relaxation is effective in reducing pain.




