ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA NY. H DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN PADA GASTROENTERITIS DI RUMAH SAKIT TENTARA TK IV 01.07.01 PEMATANGSIANTAR
Kata Kunci:
Gastroenteritis, Asuhan Keperawatan, Sistem PencernaanAbstrak
Gastroenteritis merupakan peradangan pada saluran pencernaan yang ditandai dengan diare, mual, muntah, dan nyeri abdomen sehingga dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat melalui pemberian asuhan keperawatan yang komprehensif. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan medikal bedah pada Ny. H dengan diagnosis gastroenteritis di Rumah Sakit Tentara TK IV 01.07.01 Pematangsiantar. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami diare, mual, muntah, nyeri abdomen, serta tanda-tanda risiko defisit volume cairan. Tindakan keperawatan difokuskan pada pemantauan status hidrasi, manajemen cairan, pemantauan tanda vital, edukasi kesehatan, dan kolaborasi dalam pemberian terapi medis. Setelah dilakukan asuhan keperawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya frekuensi diare, mual dan muntah, serta meningkatnya status hidrasi. Asuhan keperawatan yang tepat dan berkesinambungan berperan penting dalam mempercepat pemulihan pasien dengan gastroenteritis.
Gastroenteritis is an inflammation of the gastrointestinal tract characterized by diarrhea, nausea, vomiting, and abdominal pain, which may lead to fluid and electrolyte imbalance. This condition requires appropriate management through comprehensive nursing care. This scientific paper aims to describe the implementation of medical-surgical nursing care for Mrs. H diagnosed with gastroenteritis at Army Hospital TK IV 01.07.01 Pematangsiantar. The method used was a case study applying the nursing process, including assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The assessment revealed that the patient experienced diarrhea, nausea, vomiting, abdominal pain, and signs of risk for fluid volume deficit. Nursing interventions focused on monitoring hydration status, fluid management, vital sign monitoring, health education, and collaboration in medical therapy. After the implementation of nursing care, the patient's condition improved, as evidenced by reduced frequency of diarrhea, nausea, and vomiting, along with improved hydration status. Appropriate and continuous nursing care plays an important role in accelerating the recovery of patients with gastroenteritis




