TATA KELOLA SARANA PRASARANA PENDIDIKAN MELALUI SISTEM TERPADU DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI YAYASAN AL-LADUNNI PURWOSARI

Penulis

  • Rohmah Lailatul Maghfiroh Universitas Yudharta Pasuruan
  • M. Jamhuri Universitas Yudharta Pasuruan
  • Askhabul Kirom Universitas Yudharta Pasuruan
  • Ahmad Ma'ruf Universitas Yudharta Pasuruan

Kata Kunci:

Tata Kelola, Sarana Prasarana Pendidikan, Sistem Terpadu, Efektivitas Pembelajaran

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata kelola sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem terpadu di Yayasan Al-Ladunni Purwosari, menganalisis efektivitas pembelajaran setelah penerapan sistem terpadu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus kolektif. Informan penelitian terdiri atas Ketua Yayasan, kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan ketekunan pengamatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola sarana dan prasarana dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang dikoordinasikan oleh yayasan. Sistem terpadu diterapkan melalui pembagian jadwal penggunaan fasilitas antara Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada pagi hari dan Madrasah Diniyah (MADIN) pada sore hari sehingga pemanfaatan fasilitas menjadi lebih optimal. Penerapan sistem tersebut berdampak pada meningkatnya efektivitas pembelajaran yang ditunjukkan melalui penggunaan fasilitas secara maksimal, terciptanya lingkungan belajar yang lebih tertib dan nyaman, serta meningkatnya efisiensi penggunaan sarana pendidikan. Faktor pendukung meliputi komitmen yayasan, komunikasi yang baik, koordinasi antarlembaga, kedisiplinan warga sekolah, dan adanya jadwal penggunaan fasilitas yang jelas. Sementara itu, faktor penghambat meliputi tingginya intensitas penggunaan fasilitas yang mempercepat kerusakan, keterbatasan anggaran pemeliharaan, serta kendala dalam inventarisasi dan pengawasan fasilitas bersama

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30