ANALISIS PENERAPAN PSAK 115 DALAM PENGAKUAN PENDAPATAN, KINERJA KEUANGAN, DAN NILAI PERUSAHAAN: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS
Kata Kunci:
Kinerja Keuangan, Nilai Perusahaan, Pengakuan Pendapatan, Psak 115Abstrak
Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 115 mengenai pendapatan dari kontrak dengan pelanggan membawa perubahan mendasar dalam praktik pengakuan pendapatan di Indonesia melalui model lima tahap yang mengadopsi International Financial Reporting Standards (IFRS) 15, yaitu identifikasi kontrak, identifikasi kewajiban pelaksanaan, penentuan harga transaksi, alokasi harga transaksi, dan pengakuan pendapatan pada saat kewajiban pelaksanaan terpenuhi. Perubahan ini berpotensi menggeser gambaran kinerja keuangan dan persepsi pasar terhadap nilai perusahaan, namun kajian yang secara komprehensif mensintesis keterkaitan antara ketiga aspek tersebut masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penerapan metode pengakuan pendapatan PSAK 115, mensintesis pengaruhnya terhadap kinerja keuangan, serta mengevaluasi keterkaitannya dengan nilai perusahaan berdasarkan bukti empiris terdahulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan menelaah dan menganalisis 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan pokok: pertama, penerapan metode pengakuan pendapatan berlangsung secara bertahap dan tidak seragam antarsektor maupun antarskala perusahaan; kedua, penerapan standar ini menekan sejumlah rasio kinerja keuangan pada periode transisi awal, namun secara bertahap meningkatkan kualitas dan transparansi kinerja keuangan dalam jangka menengah-panjang; dan ketiga, peningkatan kinerja keuangan tersebut berperan sebagai jalur mediasi yang mengangkat nilai perusahaan secara tidak langsung dan bertahap (lagged effect), seiring waktu yang dibutuhkan pasar untuk memaknai informasi akuntansi baru sebagai sinyal positif. Penelitian ini merekomendasikan agar studi selanjutnya memperluas cakupan sektor dan periode observasi guna memperkuat generalisasi temuan.




